Senin, 15 September 2014

Makalah Tentang Masalah Sosial Dalam Pertumbuhan dan Perkembangan Penduduk Meliputi : Kependudukan, Ledakan Penduduk, Urbanisasi dan Migrasi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Belum lama ini kita selalu disuguhi berita Pilkada DKI Jakarta sampai dengan pelantikan Gubernur baru, kita juga mungkin hampir bosan disuguhi berita lingkungan kumuh, kriminalitas, sampai banjir yg terjadi di Jakarta. Itu hanyalah sedikit dari permasalahan yang terjadi dari akibat pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali, disamping banyak lagi permasalahan lainnya.
            Masalah kependudukan di Indonesia juga seperti tidak ada habisnya, bertambahnya jumlah penduduk tidak diimbangi dengan penambahan jumlah tempat pemukiman. Selain itu tidak seimbangnya jumlah penduduk antara Ibu Kota dan kota-kota lain di luar pulau jawa, serta tidak seimbangnya jumlah penduduk antara kota dan desa juga perlu segera dicari solusinya.
            Program KB yang dari dulu sudah dilaksanakan pemerintah pun seperti masih belum cukup untuk menahan laju pertumbuhan penduduk, padahal sosialisasi sudah dilakukan bahkan sampai ke desa-desa, tapi pertumbuhan penduduk masih tetap saja tinggi. Rendahnya kesadaran masyarakat akan KB, dan filosofi kuno “Banyak anak banyak rezeki” orang Indonesia, membuat program KB tidak berjalan secara maksimal.
            Hal inilah yang melatarbelakangi kami mengangkat permasalahan ini sebagai materi yang akan kami bahas dalam makalah kami.

B. Tujuan
            Adapun tujuan kami dalam pembuatan makalah ini adalah :
  1. Untuk melengkapi tugas mata kuliah pengantar ilmu sosial
  2. Sebagai media pembelajaran dan diskusi
  3. Sebagai pembanding untuk makalah dengan tema sama yang akan dibuat berikutnya


C. Ruang Lingkup
            Ruang lingkup penyusunan makalah ini akan difokuskan pada masalah-masalah kependudukan yang disebabkan oleh ledakan penduduk, migrasi, dan urbanisasi.

D. Metode Pengumpulan Data       
            Data penyusunan makalah ini diperoleh dengan studi kepustakaan, yaitu suatu metode dengan membaca secara telaah tentang masalah kependudukan yang disebabkan oleh ledakan penduduk, migrasi, dan urbanisasi.






















BAB II
LANDASAN TEORI

A. Kependudukan
            Kependudukan adalah hal ihwal yang berkaitan dengan jumlah, ciri utama, pertumbuhan, persebaran, mobilitas, penyebaran, kualitas, kondisi, kesejahteraan yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, budaya, agama, serta lingkungan penduduk tersebut.

B. Ledakan Penduduk
            Ledakan penduduk adalah pertumbuhan penduduk di suatu negara secara cepat dan tidak terkendali. Ledakan penduduk diawali dengan peningkatan jumlah penduduk yang sangat pesat dan tiba-tiba. Teori tentang prediksi ledakan penduduk pernah dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus dalam Essay on The Principle of Population (1798). Menurut Malthus, ledakan penduduk adalah ketidakseimbangan jumlah penduduk dengan ketersediaan pangan. Hal itu apabila berlangsung terus-menerus akan memberikan akibat yang buruk bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Ledakan penduduk disebabkan oleh jumlah penduduk yang besar, yaitu meningkatnya jumlah penduduk yang disebabkan ketidakseimbangan antara angka kelahiran dan angka kematian. Laju pertumbuhan penduduk yang cepat dan tiba-tiba menyebabkan terjadinya ledakan penduduk.

C. Urbanisasi
            Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.
            Faktor penarik terjadinya urbanisasi :
  • Kehidupan kota yang lebih modern
  • Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
  • Banyak lapangan pekerjaan di kota
  • Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas

Faktor pendorong terjadinya urbanisasi :
  • Lahan pertanian semakin sempit
  • Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
  • Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
  • Terbatasnya sarana dan prasana di kota
  • Diusir dari desa asal
  • Memiliki impian kuat menjadi orang kaya

D. Migrasi
            Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Berdasarkan cakupan wilayahnya, migrasi dibagi menjadi migrasi internasional dan migrasi nasional. Migrasi internasional dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu imigrasi, emigrasi, dan remigrasi. Sedangkan migrasi nasional terdiri atas urbanisasi, transmigrasi dan ruralisasi.
            Faktor penyebab migrasi adalah sebagai berikut :
·         Faktor ekonomi, yaitu perpindahan untuk mencari kehidupan yang lebih          baik di tempat baru.
·         Faktor keselamatan, yaitu perpindahan untuk menyelamatkan diri dari             bencana alam.
·                   Faktor keamanan, yaitu perpindahan untuk mencari keamanan dan kedamaian dari konflik atau peperangan.
·                   Faktor politik, yaitu perpindahan untuk mencari wilayah dengan kesamaan pandangan politik dan ideologi.
·                   Faktor agama, yaitu perpindahan untuk mencari wilayah yang memberikan kesempatan dalam menjalankan agamanya.
·                   Faktor kepentingan pembangunan, yaitu perpindahan untuk menghindari dampak dari penggusuran pembangunan.
·                   Faktor pendidikan, yaitu perpindahan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

BAB III
PEMBAHASAN

A. Ledakan Penduduk
            Masalah kependudukan di Indonesia sanagat kompleks dan banyak, baik di bidang ekonomi, kesehatan, politik, dan sosial budaya. Masalah yang terjadi diantaranya disebabkan oleh : ledakan penduduk, urbanisasi, dan migrasi. Sentralisasi pembangunan menyebabkan ketidakseimbangan jumlah penduduk, menurut data BPS bulan Agustus 2010 jumlah penduduk Indonesia adalah 237.556.363 orang, dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,49% per tahun. Pulau jawa menjadi penyumbang penduduk terbanyak dengan 58% dari total penduduk, Sumatera 21%, Sulawesi 7%, Kalimantan 6%, Bali dan Nusa Tenggara 6%, dan Papua 2%.

B. Ledakan Penduduk
            Masalah yang timbul akibat dari ledakan penduduk dan penanggulangannya.
Masalah yang timbul akibat dari ledakan penduduk diantaranya :
  • Berkurangnya lahan pemukiman
  • Tidak seimbangnya ketersediaan pangan
  • Tingginya angka ketergantungan
  • Bertambahnya pengangguran
  • Meningkatnya angka kriminalitas
Penanggulangan masalah ledakan penduduk yang dilakukan pemerintah diantaranya :
  • Menggalakkan program keluarga berencana (KB)
  • Menunda pernikahan usia muda
  • Mengurangi kepadatan penduduk dengan transmigrasi


C. Urbanisasi
            Urbanisasi memiliki berbagai keuntungan sehingga pemerintah awalnya mencanangkan program ini, diantaranya :
  • Memodernisasikan warga desa
  • Menambah pengetahuan warga desa
  • Menjalin kerjasama yang baik antarwarga suatu daerah
  • Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa      
            Tapi saat ini angka urbanisasi yang tinggi mengakibatkan timbulnya berbagai masalah, diantaranya :
  • Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru di pinggiran kota
  • Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
  • Masalah perumahan yang sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
  • Lingkungan hidup tidak sehat, menimbulkan kerawanan sosial dan kriminal
Dalam menanggulangi masalah ini pemerintah melakukan beberapa hal, diantaranya :
  • Mengontrol angka perpindahan penduduk dari desa ke kota
  • Membangun sarana dan prasarana penunjang pendidkan dan kesehatan di kota
  • Memperbaiki infrastruktur seperti jalan-jalan di pedesaan
  • Membuat program Sarjana Membangun Desa
  • Pemerataan pembangunan baik di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sosial budaya





D. Migrasi
            Permasalahan yang muncul dari tingginya angka migrasi antara lain :
  • Mengurangi tenaga kerja di daerah asal
  • Ketidakmerataan persebaran penduduk
  • Percampuran kultur yang tidak sesuai norma setempat
  • Persaingan dalam memenuhi kebutuhan hidup
            Beberapa upaya pemerintah untuk menanggulangi permasalahan migrasi diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Persebaran pembangunan industri merata sampai ke daerah pelosok
  • Pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah
  • Peningkatan pendapatan masyarakat desa melalui intensifikasi dan koperasi unit desa (KUD)
  • Pemerataan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan serta kesehatan
  • Pembangunan berupa infrastruktur berupa jembatan, jaringan jalan, telekomunikasi, dan listrik
  • Penyuluhan program keluarga berencana (KB) untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk













BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
            Masalah kependudukan di Indonesia saat ini sudah semakin banyak, ledakan penduduk, urbanisasi, dan migrasi adalah beberapa komponen munculnya masalah kependudukan di Indonesia. Meningkatnya jumlah pengangguran, rendahnya  standar kesehatan, berkurangnya lahan pemukiman di perkotaan, terbentuknya pemukiman kumuh, tingginya angka kriminalitas, dan kesenjangan sosial yang semakin terlihat jelas, adalah sebagian dari sekian banyak jumlah masalah kependudukan di Indonesia. Faktor utama yang mengakibatkan timbulnya masalah ini adalah karena adanya sentralisasi pembangunan, sehingga pembangunan di pulau jawa jauh lebih banyak daripada pulau lainnya di Indonesia.

B. Saran
            Saran kami dalam menyelesaikan masalah kependudukan yang terjadi di Indonesia adalah, pemerintah harus mengontrol jumlah perpindahan (mobilitas) penduduk. Selain itu, harus adanya pemerataan pembangunan, tidak hanya di pulau jawa saja. Otonomi daerah harus dioptimalkan, sehingga tidak hanya menjadi lahan korupsi para pejabat daerah. Swasembada pangan harus kembali bisa dilakukan untuk mencukupi kebutuhan pangan, dengan cara kembali menggalakkan pertanian. Dengan menggalakkan pertanian, lapangan pekerjaan di desa akan tercipta, dan juga tidak akan ada lahan yang tidak produktif.







Daftar Pustaka

Ananta, Aris. 1993 . Ciri Demografis Kualitas Penduduk dan Pembangunan .        Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia             Universitas Terbuka.

Haryanto, Tri. 2012 . IPS Terpadu untuk SMP/Mts Kelas VIII : Klaten : Intan          Pariwara.

Sudarmi, Sri, dan Waluyo. 2008 . BSE Ilmu Pengetahuan untuk SMP/MTs Kelas    VIII . Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.


www.wikipedia.org (20 oktober 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar