Kamis, 02 Mei 2013

Makalah Tentang Asal Usul Alam Semesta dan Tata Surya


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Saat ini perkembangan ilmu pengetahuan sudah sangat pesat, jika dahulu bulan terasa sangat jauh dan hanya bisa dilihat, sekarang untuk mencapainya pun bukanlah suatu hal yang mustahil. Bahkan planet mars yang dulu untuk mencapainya hanyalah mimpi, sekarang sudah bisa dicapai walaupun hanya menggunakan robot.  
            Manusia juga sepertinya tidak pernah puas, sejak teleskop pertama dibuat oleh Galileo, manusia semakin penasaran untuk meneliti alam semesta lebih jauh lagi. Setelah berhasil mencapai bulan, manusia berusaha mencapai mars, bahkan sekarang manusia terobsesi untuk mencari planet-planet baru. Termasuk planet-planet yang memiliki struktur mirip dengan bumi, yang berpotensi untuk ditinggali oleh makhluk hidup.
            Seperti yang sering kita dengar, saat ini banyak sekali planet-planet baik di dalam ataupun di luar tata surya kita yang berhasil ditemukan. Tapi sebelum kita belajar tentang penemuan planet-planet terbaru, alangkah bijaknya apabila kita mempelajari lebih dulu asal usul terbentuknya alam semesta dan tata surya kita.
            Hal inilah yang melatarbelakangi kami mengangkat topik ini sebagai materi yang akan kami bahas dalam makalah kami.

B. Tujuan
            Adapun tujuan kami dalam pembuatan makalah ini adalah :
  1. Untuk melengkapi tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar
  2. Sebagai media pembelajaran dan diskusi
  3. Untuk mengetahui asal usul tata surya dan alam semesta
  4. Sebagai pembanding untuk makalah dengan tema sama yang akan dibuat berikutnya


C. Ruang Lingkup
            Ruang lingkup dalam penyusunan makalah ini difokuskan pada hal-hal yang berkaitan tentang asal usul alam semesta dan tata surya.

D. Metode Pengumpulan Data
            Data penyusunan makalah ini diperoleh dengan studi kepustakaan, yaitu suatu metode dengan membaca secara telaah tentang asal usul alam semesta dan tata surya.























BAB II
PEMBAHASAN

A. Alam Semesta
            Alam semesta atau jagad raya adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan seluruh ruang waktu dimana kita berada. Pada zaman Yunani Kuno, seorang ahli filsafat bernama Clausius Ptolomeus mengemukakan pendapatnya bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Menurut pandangan ini, matahari, bulan, dan planet-planet beredar mengelilingi bumi yang tetap diam sebagai pusatnya. Pandangan Geosentris ini selama 14 abad lamanya dipercayai oleh manusia, sampai akhirnya pada abad ke-16, seorang ilmuwan asal Polandia bernama Nikolas Kopernicus berhasil mengubah pandangan salah umat manusia yang telah lama dipercayai. Menurut Kopernicus, bumi adalah planet, dan sama seperti planet lainnya bumi juga beredar mengelilingi matahari sebagai pusatnya (heliosentris).

B. Tata Surya
            Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang terikat oleh gravitasinya. Suatu sistem di mana benda-benda langit mengelilingi matahari sebagai pusatnya, disebut sistem tata surya.
  1. Bagian-bagian Tata Surya
      Tata surya terdiri dari Matahari sebagai pusat, dan benda-benda lain seperti planet, satelit, meteor, komet, debu, dan gas antarplanet yang beredar mengelilinginya.

l  Matahari
      Matahari merupakan anggota tata surya yang paling besar pada tata surya kita di mana 98% massa tata surya terkumpul pada matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-masing : fotosfer, chromosfer, dan corona. Pada pusat matahari, suhunya mencapai jutaan derajat Celcius dan tekanannya ratusan juta atmosfer. Kulit fotosfer suhunya mencapai 6000 derajat celcius dan hampir semuanya memancarkan cahaya.

l  Planet Merkurius
      Merkurius merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari, merkurius tidak memiliki satelit. Planet ini mengandung albedo, yaitu perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima dari matahari sebesar 0,07. Ini berarti 0,93 atau 93% cahaya matahari diserap oleh merkurius. Garis tengahnya 4500 km, lebih besar daripada garis tengah bulan yang hanya 3160 km. Karena letaknya yang begitu dekat dengan matahari, maka bagian yang menghadap matahari sangat panas. Sebaliknya, yang tidak menghadap matahari menjadi dingin sekali (karena tidak ada air maupun udara). Diperkirakan tidak ada kehidupan sama sekali di merkurius. Lama rotasi merkurius adalah 58,6 hari, sedangkan revolusinya memakan waktu 88 hari waktu bumi.

l  Planet Venus
       Planet ini lebih kecil dari bumi, memiliki albedo 0,8 atau cahaya matahari yang diserap venus adalah sebesar 20%. Planet ini diliputi awan tebat (atmosfer) yang mungkin terjadi dari karbondioksida, tetapi tidak mengandung uap air dan oksigen, planet ini juga tidak memiliki satelit. Venus adalah planet kedua terdekat dengan matahari, planet ini juga terkenal dengan nama bintang kejora, yang bersinar terang pada waktu pagi atau sore hari. Besarnya hampir sama dengan bumi, yakni bergaris tengah 12.320 km. Venus berotasi selama 247 hari, sedangkan revolusinya memakan waktu yang lebih cepat, yaitu 225 hari waktu bumi.



l  Planet Bumi
       Bumi menempati urutan ketiga planet terdekat dengan matahari. Ukuran besarnya hampir sama dengan venus dan bergaris tengah 12.640 km. Jarak antara bumi dengan matahari adalah 149 juta km. Jarak ini ditetaptan menjadi satuan jarak astronomis atau astronomical unit (AU). Bumi berotasi selama 24 jam, dan berevolusi selama 365 hari. Massa jenis bumi rata-rata 5,52 dan mempunyai satelit bernama bulan.
l  Planet Mars
      Planet ini berwarna kemerah-merahan yang diduga tanahnya mengandung banyak besi oksigen, sehingga diperkirakan seandainya ada oksigen, jumlahnya sangat sedikit. Pada permukaan planet ini, didapati warna hijau, biru, dan sawo matang yang selalu berubah sepanjang tahun. Diperkirakan perubahan warna tersebut sebagai perubahan musim dan memungkinkan adanya lumut dan tumbuhan tingkat rendah yang lain. Penyelidikan terakhir menunjukkan bahwa di planet mars terdapat uap air, meskipun dalam jumlah yang sangat kecil. Namun, para ahli cenderung berpendapat perubahan warna ini disebabkan oleh angin pasir, bukan organisme. Mars memiliki dua satelit yang diberi nama, phobus dan daimus. Jarak mars dengan matahari adalah 225,48 juta km, garis tengahnya adalah 6272 km. Mars berotasi selama 24 jam 37 menit, dan revolusinya selama 1,9 tahun waktu bumi.
l  Planet Yupiter
      Yupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya kita. Berdasarkan analisis spektroskopik, planet ini mengandung gas metana, amoniak, dan gas hidrogen. Albedonya yupiter adalah 0,44, dengan jumlah satelit sebanyak 68. Yupiter bergaris tengah 138.560 km, dengan lama rotasi 9 jam 55 menit, dan revolusi 11,86 tahun waktu bumi. Massa planet ini sangat besar, hampir 300 kali massa bumi, dan gravitasinya 2,6 kali gravitasi bumi. Oleh karena itu, yupiter mempunyai daya tarik yang sangat kuat sehingga mempunyai 68 satelit, diantaranya yang terbesar adalah : Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.


l  Planet Saturnus
      Saturnus mempunyai massa jenis yang sangat lebih kecil dari air yaitu 0,75 g/cm³ sehingga saturnus akan terapung di air. Planet ini berupa gas yang terdiri dari metana dan amoniak dengan suhu rata-rata 103 derajat celcius. Saturnus memiliki 56 satelit, diantaranya yang terbesar adalah titan dan phoebe yang bergerak berlawanan dengan satelit lainnya, yang menunjukkan bahwa phoebe bukanlah satelit asli saturnus. Saturnus merupakan planet kedua terbesar di tata surya kita, dengan garis tengah 118.400 km, lama rotasinya adalah 10 jam 40 menit, dan revolusinya memakan waktu 29,46 tahun waktu bumi. Planet ini juga disebut planet cincin, karena memiliki cincin raksasa yang diduga terbentuk dari bongkahan-bongkahan es meteorit.
l  Planet Uranus
      Uranus memiliki jarak 2.860 juta km dari matahari, dengan garis tengah 50.560 km. Rotasinya memakan waktu 14 jam, dan revolusinya memakan waktu 84 tahun waktu bumi. Dahulu kala uranus sangat sulit terlihat karena keredupannya, uranus juga merupakan planet pertama yang ditemukan oleh teleskop. Uranus juga memiliki cincin, dan memiliki 27 satelit.
l  Planet Neptunus
      Neptunus memiliki jarak 4.450 juta km dari matahari, dengan garis tengah 49.530 km. Neptunus berotasi selama 16,1 jam, dan berevolusi selama 164,8 tahun waktu bumi. Neptunus memiliki 13 satelit, diantaranya bernama triton.
l  Pluto
      Pluto adalah planet kerdil yang sekarang namanya diganti dengan nomor 134340, jaraknya dari matahari adalah 5.811 juta km. Pluto memiliki 5 buat satelit, planet ini diduga merupakan bagian dari satelit neptunus yang terlepas.

C. Asal Usul Tata Surya
1. Teori Tidal atau Teori Pasang Surut
            Teori ini dikemukakan oleh James H.Jeans dan Harold Jeffres pada tahun 1919. Menurut teori ini, ratusan juta tahun yang lalu sebuah bintang bergerak mendekati matahari dan kemudian menghilang. Pada saat itu, sebagian matahari tertarik dan lepas. Dari bagian matahari yang lepas inilah kemudian terbentuk planet-planet.
2. Teori Bintang Kembar
            Menurut teori ini, kemungkinan dahulu matahari merupakan sepasang bintang kembar. Oleh sesuatu sebab, salah satu bintang meledak dan oleh gaya tarik gravitasi bintang yang satunya ( Matahari yang sekarang), pecahan tersebut tetap berada di sekitar dan beredar mengelilinginya.
3. Teori Nebular
            Teori ini pertama kali dikembangkan oleh Kant dan Laplace pada tahun 1796. Menurut teori ini, mula-mula ada kabut gas dan debu atau nebule. Kabut gas ini sebagian besar terdiri dari hidrogen dan sedikit helium. Nebule ini mengisi seluruh ruang alam semesta. Karena proses pendinginan, kabut gas tersebut menyusut dan mulai berputar. Proses ini mula-mula lambat, kemudian semakin cepat dan bentuknya berubah dari bulat bola menjadi semacam cakram. Sebagian besar materi akan mengumpul di pusat cakram, yang kemudian menjadi matahari. Sedang sisanya yang tertinggal tetap berputar dan membentuk planet, satelit, dan benda-benda langit lainnya.
4. Teori Big Bang
            Teori ini dikembangkan oleh George Lemaitre. Menurut teori ini, pada mulanya alam semesta berupa sebuah “primeval atom” yang berisi semua materi dalam keadaan yang sangat padat. Suatu ketika, atom ini meledak dan seluruh materinya terlempar ke ruang alam semesta. Sejak itu, dimulailah ekspansi yang berlangsung ribuan juta tahun dan akan terus berlangsung jutaan tahun lagi. Timbul dua gaya saling bertentangan, yang satu disebut gaya gravitasi, dan lainnya dinamakan repulsi kosmis. Dari kedua gaya tersebut, gaya kosmis lebih dominan sehingga alam semesta masih terus akan ekspansi. Pada suatu saat nanti, ekspansi tersebut pasti berakhir.
5. Teori Creatio Continua
            Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Bendi, dan Gold. Menurut teori creatio continua atau continuous creation, saat diciptakan, alam semesta ini tidak ada. Alam semesta ini selamanya ada dan akan tetap ada, atau dengan kata lain alam semesta ini tidak pernah bermula dan tidak akan berakhir. Pada setiap saat, ada partikel yang dilahirkan dan ada yang lenyap. Partikel-partikel tersebut kemudian mengembun menjadi kabut kabut spiral dengan bintang-bintang dan jasad-jasad alam semesta. Karena partikel yang dilahirkan lebih besar daripada yang lenyap, maka jumlah materi semakin bertambah dan mengakibatkan pemuaian alam semesta. Pengembangan ini akan mencapai titik batas kritik pada 10 miliar tahun lagi. Namun, dalam waktu 10 miliar tahun ini akan dihasilkan kabut-kabut baru. Menurut teori ini, 90% materi alam semsta adalah hidrogen. Dari hidrogen ini akan terbentuk helium dan zat-zat lainnya.
6. Teori G.P. Kuiper
            Pada tahun 1950, G.P. Kuiper mengajukan teori berdasarkan keadaan yang ditemui di luar tata surya dan menyuarakan penyempurnaan atas teori-teori yang telah dikemukakan yang mengandaikan bahwa Matahari serta semua planet berasal dari gas purba yang ada di ruang angkasa. Pada saat ini, terdapat banyak kabut gas dan di antara kabut terlihat dalam proses melahirkan bintang.
            Kabut gas yang tampak tipis-tipis di ruang angkasa itu, karena gaya tarik gravitasi antar molekul dalam kabut itu, lambat laun memampatkan diri menjadi massa yang semakin lama semakin padat. Pemadatan ini dimungkinkan oleh sifat gas semacam itu yang selalu terjadi gerakan. Selanjutnya gerakan itu semakin lama menjadi gerakan berputar yang memipihkan dan memadatkan gas kabut itu. Satu atau dua gumpalan materi memadat di tengah, sedangkan gumpalan yang kecil akan melesat di lingkungan sekitarnya.
            Gumpalan yang terkumpul di tengah menjadi matahari sebagai pusat, sedangkan gumpalan-gumpalan yang kecil menjadi bakal planet. Matahari yang di pusat begitu padat mulai menyala dengan api nuklir, yang selanjutnya api itu mendorong gas yang masih membungkus planet emnjadi sirna sehingga planet sekarang tampak telanjang tinggal terasnya. Namun, bakal planet yang jauh dari matahari kurang terpengaruh sehingga tampak menjadi planet yang besar dengan diliputi kabut.


BAB III
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
            Saat ini dengan kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan juga berkembang pesat. Langit yang begitu luas pun sudah bisa dilihat semakin jauh, bahkan bisa dijelajahi. Asal usul alam semesta dan tata surya pun sudah bukan hal yang mustahil dipelajari dan diketahui, banyak para ahli astronomi yang mengungkapkan asal usul dari alam semesta. Begitu banyak teori tentang asal-usul alam semesta, semua teori tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saat ini teori-teori tersebut semakin dikembangkan dan dicari kebenarannya, untuk menentukan teori mana yang lebih tepat. Tugas kita lah untuk mengungkap kebenaran tersebut, apalagi dengan perkembangan teknologi yang saat ini sudah semakin canggih, yang membuat kita semakin mudah untuk mempelajari hal-hal tersebut.

















Daftar Pustaka

Aly, Abdullah. (1998) . Ilmu Alamiah Dasar . Jakarta : Bumi Aksara.

Muslimin, Ibrahim. (2002) . Ilmu Alamiah Dasar . Jakarta : PT. Grada Findo           Persada.

Damari, Ari. (2008) . Konsep Jitu Fisika SMP Untuk Kelas 1 . Jakarta : Erlangga.

Seran, Goris. (2008) . Fisika SMA/MA Kelas X . Jakarta : Erlangga.

www.wikipedia.org (28 oktober 2012)

Makalah Tentang Sejarah Pendidikan Zaman Jepang


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Kejayaan penjajahan Belanda lenyap setelah Jepang berada di Indonesia. Mereka bertekuk lutut tanpa syarat ke Jepang. Adapun Tujuan Jepang ke Indonesia ialah menjadikan Indonesia sebagai sumber bahan mentah dan tenaga manusia yang sangat besar artinya bagi kelangsungan perang Pasifik  hal ini sesuai dengan cita-cita politik ekspansinya. Bebagai cara yang dilakukan oleh Jepang dalam mengelabui Indonesia untuk kepantingan politiknya. Demi kepentingan perang, Jepang menyongsong pasukan dari Indonesia dengan menyuguhkan pendidikan kemiliteran. Kendati demikian, dibalik kekejaman Jepang itu Indonesia memanfaatkan  berbagai toleransi dari pihak Jepang terutama untuk bidang pendidikan.

Sehubungan dengan hal tersebut makalah ini akan membahas lebih lanjut secara eksplisit bagaimana pola pendidikan pada masa penjajahan Jepang.

B.  Rumusan Masalah
Adapun beberapa hal yang menjadi masalah dari uraian di atas, yaitu:
a.    Bagaimana Perkembangan Pendidikan dan Pengajaran Pada Masa Penjajahan Jepang ?
b.    Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan Madrasah pada masa Penjajahan Jepang ?

C.  Tujuan Pembahasan / Penulisan
a.       Untuk mengetahui Perkembangan Pendidikandan Pengajaran Pada Masa Penjajahan Jepang.
b.     Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan Madrasah pada masa itu.



D.  Manfaat Penulisan
Penulisan makalah ini dapat dijadikan pengetahuan tambahan mengenai bagaimana pendidikan pada zaman penjajahan Jepang. Di dalam hal ini, penulisan khususnya akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pendidikan pada zaman penjajahan Jepang. Karya tulis ini juga dapat memberi informasi tentang betapa pentingnya bagi kita khususnya sebagai mahasiswa akan pentingnya pendidikan yang sebagaimana sudah di perjuangkan sejak zaman nenek moyang kita.























BAB II
PEMBAHASAN
A.  Perkembangan pendidikan dan Pengajaran Pada Masa Penjajahan Jepang
a.    Pelatihan guru-guru pada masa penjajahan Jepang
Usaha penanaman Ideologi Hakko Ichiu melalui sekolah-sekolah  dimulai dengan mengadakan pelatihan guru-guru. Gru-guru diberi tugas sebagai penyebar ideologi tersebut. Pelatihan tersebut dipusatkan di Jakarta. Setiap kabupaten diwajibkan mengirim wakilnya untuk mendapat gemblengan langsung dari pimpinan Jepang. Gemblengan ini berlangsung selama 3 bulan , jangka waktu tersebut dirasa cukup untuk menjepangkan para guru.

b.    Perubahan-perubahan penting bagi bangsa Indonesia
1.        Dihapusnya dualisme pengajaran: berbagai jenis sekolah rendah yang diselenggarakan pada zaman pemerintahan Belanda dihapuskan sama sekali. Sehingga hanya ada satu sekolah rendah , yaitu Sekolah Rakyat 6 tahun ( Kokimin Gakkoo ).
Sekolah-sekolah desa diganti namanya menjadi sekolah pertama. Jadi, susunan pengajarannya adalah Sekolah Rakyat 6 tahun, Sekolah Menengah 3 tahun , dan Sekolah Menengah Tinggi 3 tahun.
2.        Bahasa indonesia dijadikan bahasa resmi dan bahasa pengantar bagi semua jenis Sekolah . bahasa jepang dijadikan mata pelajaran wajib dan adat kebiasaan Jepang harus ditaati.

c.    Isi-isi pengajaran pada masa penjajahan Jepang
1.        Pengajaran dipergunakan sebagai alat propaganda dan juga untuk kepentingan perang. Murid-murid seringkali diharuskan kerja bakti, misalnya : membersihkan bengkel, asrama, membuat bahan-bahan untuk kepentingan pertahanan, dan sebagainya.
2.        Untuk melipatgandakan hasil bumi, murid-murid diharuskan membuat pupuk kompos atau beramai-ramai membasmi hama tikus di sawah. Sebagian waktu belajar digunakan untuk menanami halaman sekolah dan pinggir-pinggir jalan dengan tanaman jeruk.
3.        Pelatihan-pelatihan jasmani berupa pelatihan kemiliteran dan mengisi aktivitas-aktivitas murid-murid sehari-hari. Agar berjalan lancar, pada tiap-tiap sekolah dibentuk barisan-barisan murid. Barisan murid-murid SD disebut seinen-tai, sedangkan barisan murid-murid sekolah lanjutan disebut Gakutotai.
4.        Untuk menanamkan semangat Jepang , tiap-tiap hari murid harus mengucapkan sumpah belajar dalam bahasa Jepang. Mereka harus mengusai bahasa dan nyanyian Jepang. Tiap pagi diadakan upacara, dengan menyembah bendera Jepang dan menghormati istana Tokyo.
5.        Agar bahasa Jepang lebih populer , diadakan ujian bahasa Jepang untuk para guru dan pegawai-pegawai, yang dibagi atas lima tingkat. Pemilik ijazah ini mendapat tambahan upah.

Kebijakan yang diambil oleh Dai Nippon dalam mendekati Islam Indonesia anatara lain ialah :

a.         Mengangkat Dr.Hamka, reformis Minangkabau yang baru dibebaskan oleh penjajah Belanda dari pembuangan di Jawa Barat, untuk menjadi penasehat Sumubu. Dr.Hamka adalah orang bumiputra yang tanpa takut-takut membeberkan bahwa tidak mungkin menyatukan ajaran Shinto yang mengharuskan menyembah Kaisar dan Matahari terbit dengan Islam yang monotheisme. Pemerintah Nippon tidak berani menangkap Dr.Hamka, karena beliau adalah ulama yang memiliki pengaruh cukup besar pada masayarakat Islam Indonesia pada waktu itu. Sikap Dr.Hamka terhadap pemerintah Jepang ini diulanginya lagi pada waktu pertemuan dengan para ulama se-Jawa yang dihadiri oleh para perwira militer Jepang. Pada saaat itu, Dr.Hamka menolak untuk melakukan Saikeirei. Tokoh lain yang juga jelas-jelas menolak Jepang dalam upaya pendekatannya terhadap umat Islam Indonesia adalah Abdul Kahar Muzakar, seorang pemimpin pemuda Muhammadiyah yang sangat disegani Jepang. Beliau berkata di depan Profesor Ozaki sebagai berikut:
“...cukup banyak orang-orang Nippon yang telah mempelajari prinsip-prinsip Islam ...karena itu mereka harus tahu bahwa Islam itu bukan saja agama, tetapi cara hidup merersapi seluruh lapisan masyarakat... perjuangan melawan imperialis Barat sudah lama kami kenal, sehingga kami menerima tujuan Nippon untuk melawannya...tetapi prinsip yang harus dianut secara ketat untuk mencapai kerja sama yang diinginkan haruslah...”kami dengan agama kami, kamu dengan agama kamu.perbuatan diantara semua kepercayaan kita tidak perlu menghalangi kerja sama kita untuk mengusir sekutu dari Asia , yang adalah rumah bagi semua agama.
Dari pidato Dr.Hamka dan ucapan Abdul Kahar Muzakar di depan prof. Ozaki, menghasilkan peraturan baru yang membebaskan umat Islam Indonesia dari pelaksanaan upacara Saikeirei.

b.        Kantor Urusan Agama , yang pada zaman Belanda disebut Kantor Voor Islamistische Saken yang dipimpin oleh orang-orang Orientalisten  Belanda, diubah oleh Jepang menjadi Sumubucho dengan Dr.Hoesoein Djajadiningrat sebagai ketuanya yang pertama. Kemudian pada tahun 1943 didirikan sumubu Indonesia pertama yang diketahui oleh Horie.

c.         Pondok pesantren yangbesar-besar sering mendapat kunjungan dan bantuan dari pembesar-pembesar Jepang. Namun , pada sisi lain, kehadiran Dai Nippon di Indonesia tidak ubahnya dengan Belanda. Pendidikan Islam pada masa penjajahan Jepang ini pun mendapat hambatan yang cukup besar. Pada tahun-tahun pertama pendidikan Jepang, mereka melarang diajarkannya bahasa Arab di sekolah-sekolah agama. Campur tangan Jepang dalam seluruh bidang pendidikan agama sebagian ditujukkan dalam hubungannya dengan Arab dan pan-Islamisme. Hal tersebut merupakan salah satu beban yang dipaksakan kepada orang-orang Islam Indonesia selama zaman pendudukan Jepang.

d.        Sekolah negeri diberi pelajaran budi pekerti yang isinya identik dengan ajaran-ajaran agama, terutama agama Islam.

e.         Pemerintah Jepang membolehkan dibentuknya barisan Hizbullah  untuk memberikan pelatihan dasar kemiliteran bagi pemuda Islam Barisan ini dipimpin oleh K.H.Zainul Arifin.

f.         Pemerintah Jepang meizinkan berdirinya Sekolah Tinggi Islam di Jakarta yang dipimpin oleh K.H.Wahid Hasyim, Kahar Muzakkar dan Bung Hatta.

g.        Para ulama Islam bekerja sama dengan pimpinan-pimpinan Nasionalis diizinkan membentuk barisan Pembela Tana Air (Peta). Tokoh-tokoh santri dan pemuda Islam yang ikut serta dalam pelatihan kader militer, anatara lain Sudirman, Abd.Khalik Hasyim,Iskandar Sulaiman, Yunis, Aruji Kartawinata , Kasman Singodimedjo, Mulyadi Joyomartono, Wahid Wahab , Sarbini, Saiful Islam, dan sebagainya. Tentara Pembela Tanah Air ini kemudian menjadi Tentara Nasional Indonesia yang disingkat menjadi TNI.

h.        Umat Islam diizinkan meneruskan organisasi persatuan yang disebut: Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) yang bersifat kemasyarakatan.

i.          Akibat dari tekanan Jepang tersebut lahirlah berbagai pemberontakan, misalnya pemberontakan, misalnya pemberontakan Pembela Tanah Air yang terjadi di Blitar Jawa Timur di bawah pimpinan supriadi. Alim ulama Islam Indonesia juga mulai beroposisi dengan pihak Jepang yang dari hari ke hari cenderung menindas dan menyengsarakan rakyat. Banyak para kyai yang ditangkap dan diperintah untuk melakukan kerja paksa atau Romusha.


Dunia pendidikan Islam di Indonesia menjadi terbengkalai, banyak madrasah-madrasah yang bubar karena muridnya menghindar dari kekejaman serdadu Jepang dan tidak sedikit pula yang sengaja dibubarkan oleh Pemerintah Jepang karena mengganggu stabilitas pemerintah jajahan. Ada sedikit keberuntungan bagi madrasah yang ada di dalam lingkungan pondok pesantren. Mereka bebas dari pengawasan para penguasa Jepang. Selain itu, juga bebas dari proses belajar Dai Nippon  yang melakukan penekanan-penekanan terhadap umat Islam Indonesia pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Pada tanggal 7 Agustus, penguasa tertinggi wilayah Selatan Jepang mengambil inisiatif dari tangan penguasa Jakarta dengan membuat Dekrit didirikannya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia  yang baru. Ketika panitia tersebut bersidang, Jepang telah menandatangani perjanjian meyerah kalah dengan pihak sekutu. Sepuluh hari setelah izin diberikan kepada Panitia Persiapan, lahirlah Republik Indonesia terlepas dari belenggu yang sangat meyakitkan itu.

B.  Pertumbuhan dan Perkembangan Madrasah Pada Masa Penjajahan Jepang

1.    Tujuan sekolah secara umum
Sekolah-sekolah yang ada pada zaman Belanda diganti dengan sistem Jepang. Segala daya upaya ditujukan untuk untuk kepentingan perang. Murid-murid hanya mendapat pengetahuan yang sedikit sekali, hampir sepanjang hari hanya diisi dengan kegiatan pelatihan  perang atau bekerja.
Kegiatan-kegiatan sekolah antara lain :
a.         mengumpulkan batu, pasir untuk kepentingan perang.
b.        Membersihkan bengkel-bengkel, asrama-asrama militer.
c.         Menanam ubi-ubian, sayur-sayurran, di pekarangan sekolah untuk persediaan makanan.
d.        Menanam pohon jarak untuk bahan pelumas.
Tujuan pendidikan pada zaman Jepang tidak lain hanya  memenangkan peperangan. Secara kongkrit tujuan yang ingin dicapai Jepang adalah menyediakan tenaga cuma-Cuma (romusha) dan prajurit-prajurit untuk membantu peperangan bagi kepentingan Jepang. Oleh karena itu, pelajar-pelajar diharuskan mengikuti pelatihan fisik, pelatiahn kemiliteran dan indoktrinasi ketat. Pada akhir zaman Jepang tampak tanda-tanda tujuan mengjepangkan anak-anak indonesia.
Maka dikerahkanlah barisan propaganda Jepang yang terkenal dengan nama Sendenbu, untuk menanamkan ideologi baru, untuk menghancurkan ideologi baru, untuk menghancurkan ideologi Indonesia Raya.
Kehadiran Jepang di Indonesia menanamkan jiwa berani pada bangsa Indonesia. Tetapi semua itu untuk kepentingan Jepang. Kendatupun demikian, ada beberapa hal yang perlu dicatat pada zaman Jepang ini, yaitu yang terjadi perubahan yang cukup mendasar di bidang pendidikan, yang penting sekali artinya bagi bangsa Indonesia, ialah :
a.         Dihapuskannya dualisme pengajaran
Habislah riwayat susunan pengajaran Belanda dualistis, yang membedakan dua jenis pengajaran , yakni pengajaran Barat dan pengajaran Bumiputra.
b.        Pemakaian Bahasa Indonesia
Pemakaian Bahasa Indonesia, baik sebagai bahasa resmi maupun sebagai bahasa pengantar pada tiap-tiap jenis sekolah, telah dilaksanakan. Tetapi sekolah-sekolah itu dipergunakan juga sebagai alat untuk mempekenalkan kebudayaan Jepang kepada rakyat.

2.    Sikap Jepang Terhadap Pendidikan Islam
Pemerintahan Jepang menampakkan diri seakan-akan membela kepentingan Islam, yang merupakan siasat untuk kepentingan Perang Dunia II. Untuk mendekati umat Islam, mereka menempuh beberapa kebijaksanaan, di anataranya ialah:
a.         Kantor Urusan Agama, yang pada zaman Belanda disebut Kantoor Voor Islamistische Zaken yang dipimpin oleh orang-orang orientalis Belanda, diubah oleh Jepang menjadi Kantor Sumubi yang dipimpin oleh ulama Islam sendiri, yaitu K.H.Hasyim Asyari dari Jombang, dan di daerah-daerah juga dibentuk Sumuka.
b.        Pondok Pesantren yang besar-besar seringkali mendapat kunjungan dan bantuan dari pembesar-pembesar Jepang.
c.         Sekolah Negeri diberi pelajaran budi pekerti yang isinya identik dengan jaran agama.
d.        Pemerintah Jepang mengizinkan pembentukan barisan Hizbullah untuk memberikan pelatihan dasar kemiliteran bagi pemuda Islam, barisan tersebut dipimpin oleh K.H.Zainal Arifin.
e.         Pemerintah Jepang mengizinkan berdirinya sekolah Tinggi Islam di Jakarta yang dipimpin oleh K.H.Wahid Hasyim, Kahar Muzakkir dan Bung Hatta.
f.         Para ulama Islam bekerja sama dengan pemimpin-pemimpin nasionalis didizinkan membentuk barisan Pembela Tanah Air (Peta). Tokoh-tokoh santri dan pemula Isl­­­am ikut dalam pelatihan kader militer tersebut, anatara Sudirman, abd.Khaliq Hasyim, Iskandar Sulaiman dan lain-lain. Tentara Pembela Tanah Air inilah yang menjadi inti dari TNI sekarang.
g.        Umat Islam diizinkan meneruskan organisasi persatuan yang disebut Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) yang bersifat kemasyarakatan.

Di samping itu, pada permulaan pendudukan Jepang tampaknya keadaan umat Islam sudah kuat. Karena itu, wajarlah bila pasukan pendidikan Jepang berusaha mempergunakan agama untuk mencapai tujuan perangnya.
Jepang memandang agama Islam sebagai salah satu sarana yang terpenting untuk menyusupi lubuk rohaniah terdalam dari kehidupan masyarakat indonesia dan untuk meresapkan pengaruh pikiran serta cita-cita mereka pada bagian masyarakat yang paling bawah. Dalam konteks ini, paling tidak, ada beberapa hal yang perlu disebutkan, di antaranya: dibentuknya Masyumi dan pembentukan Hizbullah.

a.         Kantor Urusan Agama (KUA)
Kantor Urusan Agama yang dalam bahasa Jepangnya sumubu, menggantikan Kantoor Voor Het Islanddsche Zaken yang sudah ada di zaman kolonial Belanda. Kantor itu kemudian dikembangkan bidang tugasnya sehingga mengurus berbagai masalah yang sebelumnya terbagi antara Departemen dalam Negeri Kehakiman, pendidikan dan peribadatan Umum. Jabatan tinggi pertama yang dipercayakan Jepang kepada orang Indonesia dalam pemerintahan penduduknya adalah jabatan kepala Kantor Urusan Agama ini. Oleh karena itu, BJ. Boland menyatakan bahwa keberadaan Kantor Urusan Agama merupakan salah satu manfaat terbesar dari pendudukan Jepang di Indonesia. Sebelumnya, pada bulan maret 1942 kantor ini dipimpin oleh Kolonel Hori dari tentara Jepang, tetapi pada tanggal 1 Oktober 1943 jabatan itu diserahkan kepada Hoesein Djajadiningrat. Namun , yang lebih penting dari itu adalah penunjukan pejabat kepala yang baru sejak tanggal 1 April 1944, dimulai pembentukan Kantor Urusan Agama di setiap keresidenan.
b.        Pembentukan Masyumi
Masyumi (Majelis Syuro Muslim Indonesia) merupakan pengganti MIAI. Pembubaran MIAI pada bulan Oktober 1943 dilakukan Jepang karena organisasi ini didirikan atas prakarsa kaum muslim sendiri, sebagai suatu federasi organisasi-organisasi Islam. Para pemimpin organisasi itu mempunyai latar belakang sikap antikolonial dan tidak mau bekerja sama dengan pemerintah kolonial. Dengan kata lain, MIAI bermula dengan sikap anti Belanda, kemudian bersikap anti asing, dan dimungkinkan menjadi anti-Jepang. Masyumi mulai aktif pada tanggal 1 Desember 1943 dalam kenyataannya merupakan suatu ciptaan pejabat-pejabat Jepang.
c.         Terbentuknya Hizbullah
Hizbullah merupakan organisasi sejenis militer bagi pemuda pemudi muslim. Pembentukan Hizbullah pada akhir tahun 1944 ini sangat penting artinya, karena banyak anggota yang kemudian  menjadi anggota tentara nasional.
Beberapa keuntungan dibalik kekejaman Jepang bagi Indonesia, dapat  diperincikan keuntungan-keuntungan pada zaman Jepang ini khusus di bidang pendidikan , yaitu;
a.         Bahasa Indonesia hidup dan berkembang secara luas di seluruh Indonesia, baik sebagai bahasa pergaulan, pengantar maupun sebagai bahasa ilmiah.
b.      Buku-buku dalam bahasa asing yang diperlukan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Dengan mengabaikan hak cipta internasional karena dalam suasana perang.
c.       Kreativitas guru-guru dan berkembang dalam memenuhi kekurangan buku pelajaran dengan menyadur atau mengarang sendiri, termasuk kreativitas untuk menciptakan alat peraga dan model dengan bahan dan alat yang tersedia.
d.      Seni bela diri dan pelatihan perang-perang sebagai kegiatan kulikuler di sekolah telah membangkitkan keberanian pada para pemuda yang ternyata sangat berguna dalam perang kemerdekaan yang terjadi kemudian.
e.       Diskriminasi menurut golongan penduduk, keturunan dan agama ditiadakan, sehingga semua lapisan masyarakat mendapat kesempatan yang sama dalam bidang pendidikan.
f.       Sekolah-sekolah diseragamkan dan sekolah-sekolah swasta dinegerikan serta berkembang dibawah pengaturan kantor pengajaran Bunkyo Kyoku.
g.      Karena pengaruh inktrinasi yang ketat untuk menjepangkanv rakyat Indonesia, justru perasaan rindu kepada kebudayaan sendiri dan kecerdasan nasional berkembang dan bergejolak secara biasa.
h.      Bangsa Indonesia dididik dan dilatih untuk memegang jabatan walaupun di bawah pengawasan orang-orang Jepang.

3.    Pertumbuhan dan Perkembangan Madrasah
Pada masa penduduk Jepang, ada satu hal istimewa dalam dunia pendidikan sebagaimana telah dikemukakan, yaitu sekolah-sekolah telah diseragamkan dan dinegerikan meskipun sekolah-sekolah swasta lain, seperti Muhammadiyah, Taman siswa dan lain-lain didizinkan terus berkembang dengan pengaturan dan diselenggarakan oleh penduduk Jepang.
Sementara itu, khususnya pada masa awal-awalnya, madarasah dibangun dengan gencar-gencarnya selagi ada angin segar yang diberikan oleh Jepang. Walaupun lebih bersifat politis belaka, kesempatan itu tidak disia-siakan begitu saja dan umat Islam Indonesia memanfaatkannya sebaik-baiknya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Perkembangan Pendidikan dan Pengajaran
Dibalik kekejaman Jepang ada beberapa perubahan-perubahan penting yang merupakan keuntungan bagi Indonesia dianataranya, sekolah-sekolah desa diganti namanya menjadi sekolah pertama. Jadi, susunan pengajarannya adalah sekolah Rakyat 6 tahun, Sekolah menengah 3 tahun, dan sekolah menengah 3 tahun. Selain itu, Bahasa Indonesia dijadikan bahasa resmi dan bahasa pengantar pada semua jenis sekolah.

2.    Pertumbuhan dan Perkembangan Madrasah
Madrasah dibangun dengan gencar-gencarnya selagi ada angin segar yang diberikan oleh Jepang. Walaupun lebih bersifat politis belaka, kesempatan itu tidak disia-siakan begitu saja dan umat Islam Indonesia memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Ini tampak di Sumatera dengan berdirinya Madrasah Awaliyahnya, yang diilhami oleh Majelis Islam Tinggi.














Daftar Pustaka