Senin, 17 November 2014

RESUME
PERANG DUNIA I
Oleh : Agus Rasiwan
Perang Dunia I atau Perang Dunia Pertama, disingkat PD I, dan istilah-istilah dalam bahasa Inggris lainnya : "Great War", "War of the Nations", dan "War to End All Wars" (Perang untuk Mengakhiri Semua Perang) adalah sebuah konflik dunia, perang global yang terpusat di Eropa, berlangsung dari 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918, yang berawal dari Semenanjung Balkan.
Latar Belakang
A.      Sebab Umum
a.       Persaingan Antar Negara Eropa
Persaingan antara negara-negara Eropa untuk memperebutkan daerah jajahan. Sejak perkembangan industri di Eropa, terutama pada pertengahan abad ke-19, maka negara-negara Eropa berlomba-lomba memajukan industrinya masing-masing, antara lain Inggris, jerman, Perancis, Italia, Belanda dan Belgia. Dalam memajukan perkembangan industrinya, maka negara-negara tersebut berusaha untuk mencari daerah yang banyak penduduknya sebagai tempat penjualan produksinya. Juga agar produksinya tetap terjamin, maka diperlukan bahan baku yang tersedia terus menerus. Karena keinginan mencari sumber bahan baku dan juga mencari daerah pemasaranproduksi industrinya, maka negara-negara industri tersebut berusaha menduduki dan menguasai daerah-daerah bangsa lain di luar negeri. Hal ini menyebabkan berkembangnya penjajahan di dunia. Sasaran penjajahan itu, adalah di benua Asia dan Afrika.
Ø  Jerman dan Perancis
Permusuhan Jerman dan Perancis disebabkan adanya rasa dendam Perancis terhadap Jerman yang pernah dikalahkan pada perang (1870-1871)
Ø  Jerman dan Inggris
Jerman merasa dirugikan karena barang dagangannya yang masuk Inggris dilarang untuk dibeli oleh orang-orang Inggris. Selain itu Inggris merasa tesaingi oleh Jerman dalam hal angkatan laut. Pada waktu itu Inggris merupakan negara terkuat di dunia dalam hal angkatan laut.
Ø  Inggris dan Perancis
Politik perluasan wilayah yang dilakukan Perancis dibawah Napoleon Bonaparte sangat merugikan Inggris sebagai negara negara yang menguasai lautan dunia.
Ø  Rusia dan Austria
Kedua negara ini mempunyai ambisi yang sama untuk menguasai darah Balkan.
Ø  Jerman, Inggris, Perancis dan Italia bersaing untuk menguasai wilayah Afika.

b.      Persekutuan Militer
Karena beberapa negara merasa takut akan ancaman dari negara lain yang merupakan saingannya, maka timbulah usaha mencari kawan. Usaha mencari kawan ini, menyebabkan timbulnya persekutuan-persekutuan militer yang bertujuan agar bersama-sama mengahadapi ancaman, atau serangan dari luar. Pada tahun 1907 Inggris, Rusia dan Perancis, sama-sama membentuk persekutuan militer tiga negara yang disebut Triple Etente. Persekutuan tiga negara ini, dibentuk untuk menghadapi ancaman dari persekutuan militer tiga negara lain yang telah lebih dulu terbentuk yaitu Triple Alliance pada tahun 1882, antara Negara Jerman, Austria dan Italia.
c.       Perlombaan Persenjataan
Kecurigaan dan ketakutan akan adanya serangan dari luar, menyebabkan masing-masing negara yang bersaing saling memperkuat persenjataannya. Perlombaan persenjataan yang tidak terbatas ini juga makin memperuncing keadaan. Persekutuan-persekutuan militer makin memperkuat diri dengan memajukan persenjataannya.
B.       Sebab Khusus
a.       Perebutan Wilayah Balkan
Insiden yang menyebabkan perang antar negara-negara Eropa pada 1914 ialah kejadian di daerah Balkan. Daerah Balkan meupakan wilayah yang strategis karena daerah penghubung antara Eropa dan Asia. Kejadian di daerah Balkan dimulai dengan perang antara Austria dan Serbia. Serbia bercitacita ingin mempersatukan bangsa-bangsa Slavia Selatan dalam suatu negara besar yang meliputi Slovenia, Kroasia, Bosnia, Herzegovina, Montenegro, Macedonia, Serbia, dengan dipimpin oleh Serbia. Pada 1878, Kongres Berlin memutuskan bahwa Serbia diberikan kemerdekaan penuh, sedangkan Bosnia dan Herzegovina masih tetap diduduki oleh Austria. Perebutan daerah Balkan inilah yang menjadi penyebab timbulnya pertentangan antara Austria dan Serbia. Hal yang mengkhawatirkan bagi Austria ialah gerakan suku bangsa Slavia (Gerakan Pan-Slavianisme) di wilayahnya, yaitu Bosnia dan Herzegovina. Gerakan ini didukung oleh Serbia yang juga musuh Austria.
b.      Terbunuhnya Franz Ferdinand
Pada tanggal 28 Juni 1914, pemerintah Austria mengutus putra mahkota Austria, Franz Ferdinand dengan tujuan untuk menenangkan rakyat Slavia di Sarajevo, Bosnia. Akan tetapi ia ditembak mati oleh seorang pemberontak Serbia, bernama Gavrillo Princip. Dari hasil penyelidikan kasus tersebut, ternyata pembunuhan tersebut sudah direncanakan sebelumnya di Elgrado (Serbia). Adapun yang terlibat dalam rencana pembunuhan tersebut ialah pihak militer dan pemerintah Serbia. Pada 23 Juli 1914, Menteri Luar Negeri Austria Leopold von Berchtold mengeluarkan ultimatum yang berisi sebagai berikut:
-            Pemerintah Serbia harus menindas semua gerakan anti-Austria di Serbia dan
memecat pejabat-pejabat yang bersalah.
-            Para pejabat Austria diizinkan untuk membantu gerakan penindasan kaum pemberontak dan menjatuhkan hukuman kepada mereka yang terlibat dalam pembunuhan putra mahkota Austria.
Jawaban ultimatum tersebut ditunggu dalam waktu 48 jam. Pemerintah Serbia akan memenuhi sebagian besar tuntuan Austria, tetapi diikuti dengan tindakan mobilisasi menghadapi perang. Pemerintah Austria menganggap jawaban ultimatum tersebut tidak memuaskan sehingga mengumumkan perang terhadap Serbia pada tanggal 28 Juli 1914.
Jalannya Perang
Perang antara Austria dan Serbia, meluas karena melibatkan sekutu-sekutunya. Serbia mendapatkan bantuan dari Rusia dan Perancis. Jerman memihak Austria dengan menyataka perang dengan Perancis. Ketika Jerman menerobos Belgia untuk menyerang Perancis, Inggris membantu Belgia dan Perancis dengan menyatakan perang dengan Jerman pad 4 Agustu 1914. Dalam jangka waktu seminggu, lima negara besar terlibat ke dalam kancah peran Austria-Serbia. Maka terjadilah perang besar-besaran Perang Dunia I ini terbagi kedalam dua blok yang berseteru, yaitu Blok Serikat atau Sekutu (Allied) dan Blok Sentral (Axis). Blok Serikat terdiri dari negara-negara yang tergabung dalam Triple Entente, sedangkan Blok Sentral tersiri dari negara-negara yang tergabung dalam Triple Alliance
Peperangan terjadi di dua front, yaitu barat dan timur. Jerman menghadapi Perancis di fron barat dan Rusia di front timur. Jerman merencanakan untuk menghancurkan Perancis di front barat sebelum menghadapi Rusia di timur. Pada September 1914, Jerman sudah mencapai sungai Marne dan mengancam Paris. Namun, rencana ini gagal karena mendapatkan perlawanan sengit dari Perancis. Selain itu Jerman harus menghadapi Rusia yang sudah menuju Prusia. Perancis dapat menahan Jerman di sungai Marne, Inggris tetap dapat menguasai selat Inggris, serta Rusia tetap dapat bertahan di Prusia. Akhirnya, peperangan yang semula bersifat langsung kilat, kini menjadi peperangan pasif. Pasukan militer kedua belah pihak mengambil posisi masing-masing dalam parit-parit perlindungan yang memanjang sejauh 78 km dari laut Utara sampai perbatasan Swiss.
Sementara perang berjalan lambat, kedua belah pihak berusaha memperkuat dirinya di luar Eropa dengan memperluas daerah jajahannya. Inggris dan Perancis menyerang daerah jajahan Jerman di Togoland, Kamerun, dan Afrika Timur. Di Asia Pasifik, Jepang mengambil alih daerah jajahan Jerman di Kepulauan Marshall, Mariana, dan Karolina. Menurut perhitungan kekuatan, angkatan perang Blok Serikat lebih besar tiga kali lipat dari kekuatan Blok Sentral. Keadaan ini mengakibatkan Blok Sentral banyak mengalami kekalahan. Pada 12 Desember 1916, Jerman mengusulkan perdamaian. Usul tersebut diterima oleh pihak Serikat dengan persyaratan yang memberatkan bagi Blok Sentral, yaitu: Pembebasan Belgia, Serbia, dan Montenegro yang dikuasai Jerman pada 1915, penarikan tentara Jerman dari Perancis, Rusia dan Rumania, Pembebasan bangsa Italia, Slavia, Rumania, dan Cekoslovakia yang berada dibawah kekuasaan Austria dan pembebasan bangsa-bangsa yang berada dibawah kekuasaan Turki, Ganti rugi perang dari pihak Sentral, Jaminan yang meyakinkan bahwa perdamaian di Eropa akan dipelihara dengan baik.
Dengan persyaratan yang demikian berat, pihak Sentral pun akhirnya membatalkan usul perdamaian tersebut. Untuk mematahkan blokade Inggis, Jerman pada 31 Januari 1917 melancarkan perang kapal selam tak terbatas. Akibatnya 5 kapal dagang dan penumpang Amerika Serikat ditenggelamkan Jerman pada Maret 1917, termasuk Kapal Lusitania yang sudah lebih dulu ditenggelamkan oleh Jerman pada 7 Mei 1915. Amerika yang semula bersikap netral, akhirnya mengumumkan perang terhadap Jerman pada 10 April 1917. Sementara itu di Rusia terjadi pergolakan dari kaum buruh yang menginginkan perdamaian. Terjadi revolusi buruh yang menggulingkan kekuasan Kaisar Nicolas II dibawah pimpinan Lenin dari kaum Bolshevik. salah satu langkah dari pemerintahan kaum Bolshevik ini ialah menarik diri dari Perang Dunia I dengan melakukan Perjanjian Brest Litovsk (1918). Hal ini sangat menguntungkan Blok Sentral. Sejak pasukan AS mengalir ke Benua Eropa, Blok Serikat mampu memukul mundur pasukan Blok Sentral. Akibatnya, pada September 1918, Bulgaria mengajukan damai dan satu persatu negara yang bergabung dalam Blok Sentral mengalami kekalahan.
Pasukan Serikat menduduki Macedonia dan Serbia, Inggris berhasil menduduki Yarussalem. Bersama-sama pasukan Arab, Inggris dibawah Jendral Allenby berhasil mendesak Turki dan berhasil merebut benteng-benteng pertahanan dari Baghdad sampai Aleppo. Turki tidak lagi menahan serangan-serangan Serikat. Akhirnya Turki harus menandatangani Perjanjian Sevres pada 1920. Sementara itu, bangsa-bangsa Polandia, Cekoslovakia, Kroasia dan Slavia membebaskan diri dan membentuk negara merdeka setelah kekaisaran Austria-Hongaria runtuh. Pasukan Jerman bertahan mati-matian sambil mundur menahan gempuran-gempuran Sekutu. Semangat pasukan Jerman mulai rontok dan rakyat Jerman mengalami kelaparan. Sementara itu, di dalam negeri Jerman sendiri terjadi pemberontakan rakyat. Gerakan orang-orang komunis di Munich dapat menggulingkan kekaisaran Wilhelm II sehingga terbentuklah negara republik. Akhirnya Jerman pada 11 November 1918 menandatangani perjanjian gencatan senjata menurut syarat-syarat yang ditentukan pihak Serikat. Perang Dunia I berakhir setelah Jerman menandatangani perjanjian Versailles pada 28 Juni 1919.
Dampak Perang Dunia I
            Perang Dunia I merupakan pergerakan total dari segala kekuatan yang dimiliki oleh negara- negara di berbagai belahan dunia, terutama negara-negara di Benua Eropa. Negar-negara yang terlibat dalam Perang Dunia I, baik yang kalah maupun yang menang sama-sama menanggung resiko. Lebih dari 10 juta orang meninggal dan sekitar 20 juta orang terluka sebagai korban kedahsyatan Perang Dunia I. Selain itu, Perang Dunia I berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia dalam bidang sosial, ekonomi dan politik.
a.    Politik
-          Munculnya negara-negara baru, seperti Polandia, Cekoslovakia, Kroasia, Yugoslavia, Hongaria, Irak, Iran, Yordania, Mesir, Arab Saudi, dan Syria (Suriah).
-          Munculnya paham-paham baru, seperti fasisme di Italia, naziisme di Jerman, nasionalisme di Turki, militerisme di Jepang, dan komuisme di Rusia.
b.    Sosial
-          Perang Dunia I membutuhkan perlengkapan, sehingga mendorong produktivitas industri yang semakin besar. Dengan demikian buruh semakin dibutuhkan, sehingga kedudukan buruh dan wanita semakin penting.
-          Perang yang berkepanjangan menimbulkan rasa marah, bosan, ngeri sehingga memunculkan keinginan perdamaian. Maka dibentuklah League of Nations atau Liga Bangsa-Bangsa pada 1919.
c.    Ekonomi
Selama Perang Dunia I berkecemuk, perekonomian tidak mendapat perhatian yang layak. Akibatnya, krisis ekonomi yang dahsyat melanda dunia. Hal ini dikenal dengan sebutan Malaise 1929.
Adapun penyebab dari krisis ekonomi tersebut adalah sebagai berikut:
-          faktor-faktor produksi rusak.
-          Over produksi, akibat perdagangan internasional terhenti oleh proteksi yang dilakukan oleh negara-negara totaliter seperti Jerman, Italia dan Rusia.
-          Terhambatnya pemberian kredit. Banyak nasabah yang menarik dopositnya karena terjadi inflasi yang sangat tinggi serta banyak perbankan yang menarik kembali pinjamannya.
-          Terjadinya kekacauan pembayaran. Terjadi perbedaan besar dalam nilai mata uang Jerman, Austria, dan Perancis terhadap dollar Amerika. Pada puncak krisis nilai mata uang mencapai 1$=4000.000.000 Mark Jerman.
Hasil Perjanjian Versailes
Perjanjian Versailles (1919) adalah suatu perjanjian damai dimana perjanjian ini secara resmi mengakhiri Perang Dunia I antara Sekutu dan Kekaisaran Jerman Meski sebelumnya keadaan perang formal antara kedua pihak masih terus berlanjut selama tujuh bulan.
Aturan yang diterapkan terhadap Jerman pada perjanjian tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
-          penyerahan sebagian wilayah Jerman kepada beberapa negara tetangganya
-          pelepasan koloni seberang lautan dan Afrika milik Jerman,
-          serta pembatasan pasukan militer Jerman yang diharapkan dapat menghambat Jerman untuk kembali memulai perang.
Karena Jerman tidak diizinkan untuk mengambil bagian dalam negosiasi, pemerintah Jerman mengirimkan protes terhadap hal yang mereka anggap sebagai sesuatu yang tidak adil, dan selanjutnya menarik diri dari perundingan tersebut. Sampai akhirnya belakangan, menteri luar negeri baru Jerman, Hermann Müller, setuju untuk menandatangani Perjanjian Versailles.
Perjanjian ini sendiri diratifikasi oleh Liga Bangsa-Bangsa pada tanggal 10 Januari 1920. Di dalam Traktat Versailles yang ditandatangani setelah Perang Dunia I, pada 28 Juni 1919, yang juga mencetuskan berdirinya Liga Bangsa-Bangsa tersebut :
-          Jerman menyerahkan tanah-tanah jajahannya dan sebagian dari wilayah Eropanya.
-          Polandia dibebaskan dan mendapat wilayah Posen (sekarang kota Poznan), sebagian Silesia, serta sebagian lagi Prussia Barat. Alsace dan Lorraine yang dikuasai oleh Jerman dikembalikan ke Perancis. Perancis juga dapat menguasai kawasan Saar selama 15 tahun.
-          Meletakkan Rhineland dibawah pendudukan Tentera Sekutu selama 15 tahun.
-          Jumlah pasukan tentara Jerman di perkecil tidak melebihi 100.000 orang, serta dilarang memiliki pasukan udara.
-          Jerman juga harus membayar pampasan perang kepada Tentara Sekutu sebesar £6.600 juta.
Tokoh-tokoh yang menandatangi perjanjian Versailles ini adalah sebagai berikut :
-          Woodrow Wilson ( AS ) mengajukan 14 pasal perdamaian (Wilson's Fourteen Points)
-          - Clemencau ( Perancis )

-          - Loyd George ( Inggris )

Kamis, 06 November 2014

Opini - Implementasi Kurikulum 2013 Dari Beberapa Sekolah Yang Terdapat Di Pontianak

OPINI

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DARI BEBERAPA SEKOLAH YANG TERDAPAT DI PONTIANAK

            Akhir belakangan ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita mendengar kebijakan pemerintah khususnya dalam dunia pendidikan bahwasanya pemerintah akan menerapkan kebijakan mengganti kurikulum yang lama yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan Kurikulum 2013. Hal ini dilakukan mengingat banyaknya kejadian yang terjadi dilapangan mengenai kendala-kendala yang dihadapi guru dalam penerapan KTSP dan juga sikap yang ditunjukkan generasi muda akhir belakangan ini menunjukkan sikap yang mencerminkan penurunan moral generasi bangsa.

            Akhirnya pada pertengahan Mei 2013, kebijakan itu diterapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada saat itu yakni M. Nooh. Ada sebanyak 6.325 sekolah dengan rincian masing-masing 2.598 SD, 1.436 SMP, 1.270 SMA dan 1.021 SMK. Awalnya implementasi kurikulum dilaksanakan berbasis kabupaten/kota. Namun melihat mepetnya waktu, pelaksanaan kurikulum akhirnya berbasis provinsi. Yang pada mulanya penerapannya rata-rata diterapkan disekolah yang berakreditasi A namun akhirnya hampir ke seluruh sekolah dengan tingkatan akreditasi B dan seterusnya.

            Termasuk juga penerapan Kurikulum 2013 di Pontianak, dibeberapa sekolah di Pontianak, yang sudah menerapkan dan ada juga yang baru menerapkan Kurikulum 2013. Banyak pendapat yang dikeluarkan oleh guru-guru bersangkutan, khususnya guru-guru IPS dan Mata Pelajaran Sejarah terkait kurikulum tersebut.

            Dalam Impementasinya di berbagai sekolah baik itu dari tingkat SMP/Mts dan SMA/MA guru-guru mendeskripsikan penerapan Kurikulum 2013 berbeda-beda. Ada guru yang senang dengan keluarnya Kurikulum 2013 dengan alasan terdapat aspek penilaian yang digunakan oleh guru dalam menilai sebagai aktivitas siswa sehingga guru tidak hanya menilai siswa dari keaktifan sehari-hari saja. Namun selain kemudahan itu, guru juga direpotkan dengan penerapan yang kurikulum 2013, karena ada beberapa guru yang merasa terlalu banyak aspek penilaian yang dilakukan, sehingga buku penilaian saja tebalnya hampir sama dengan satu buku skripsi.

Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran kuriulum 2013 adalah  untuk penguatan sikap (tahu mengapa), keterampilan (tahu bagaimana), dan pengetahuan (tahu apa) yang terintegrasi, yaitu dengan pendekatan scientific. Hal ini merupakan pembeda dari Kurikulum sebelumnya yakni KTSP yang hanya Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi.

Dari perbedaan ini, sudah dapat jelas terlihat dan dapat kita pilih sendiri sebenarnya mana kurikulum yang benar-benar dibutuhkan dalam dunia pendidikan di Indonesia khususnya pada saat ini. Dari pengakuan beberapa guru SMP-SMA di Pontianak, dengan impelementasi Kurikulum 2013, siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar karena siswa dituntut mandiri untuk menemukan dan kemudian menyampaikan materti yang dipelajarinya. namun kenyataannya pada penerapan ini pula, pemerintah tidak dapat mendukung secara penuh karena berdasarkan pengakuan beberapa guru, didalam pelaksaan Kurikulum 2013 guru disusahkan dengan lambatnya penyebaran Buku Paket/ Bahan ajar yang pada ketetapannya didalam kurikulum 2013 ini buku paket/ Bahan ajar itu ditetapkan oleh pemerintah, dalam artian semua materi diatur oleh pemerintah dan harus didapat dari pemerintah.


Nah, sebenarnya kurikulum 2013 ini baik untuk di terapkan, namun untuk poin kecocokan dalam pelaksaannya mungkin belum sepadan dengan apa yang dilakukan pemerintah untuk menyelaraskan penerapannya. Karena dari satu aspek saja masih belum merata. Banyak guru yang menyambut baik kurikum ini, namun ada juga yang menyambut dengan kecewa karena hal seperti itu tadi. Sebagai warga negara yang berpikir cerdas dan juga kita sebagai calon guru maka sebaiknya kita harus percaya pada program yang dilaksanakan pemerintah. Jangan memberikan respon yang negatif terlebih dahulu sebelum melihat efek dari prakteknya. Kurikulum 2013 toh juga dilakukan pemerintah secara bertahap, yaitu untuk tahun ajaran 2013/2014 dilaksanakan pada kelas I dan IV di tingkat SD , kelas VII di tingkat SMP dan kelas X di tingkat SMA. Untuk tahun ajaran 2014/2015 akan dilaksanakan lagi pada tingkat kelas lainnya hingga nanti pada tahun ajaran 2015/2016 kurikulum 2013 ini baru benar-benar akan diterapkan pada seluruh tingkat kelas di semua jenjang pendidikan. 

TES BENAR SALAH

TES BENAR SALAH
Cermatilah pernyataan berikut dengan seksama, untuk pernyataan benar ( B ) dan untuk pernyataan salah ( S ) !
1.        ( B – S ) Organisasi Budi Utomo (BU) didirikan pada tanggal 20 Mei 1908.
Jawabannya adalah BENAR
2.        ( B – S ) Sarekat Dagang Islam (SDI) di dirikan oleh Ir.Soekarno.
Jawabannya adalah SALAH
3.        ( B – S ) Suwardi Suryaningrat adalah salah satu pendiri Indische Partij.
Jawabannya adalah BENAR
4.        ( B – S ) Taman siswa adalah perguruan yang di dirikan oleh KH Ahmad Dahlan.
Jawabannya adalah SALAH
5.        ( B – S ) PNI didirikan di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 oleh 8 pemimpin.
Jawabannya adalah BENAR
6.        ( B – S ) Muhammadiyah berdiri pada tanggal 18 November 1912 dengan Ki Hajjar Dewantara sebagai ketuanya.
Jawabannya adalah SALAH
7.        ( B – S ) Dokuritsu Junbi Chōsakai adalah nama lain dari BPUPKI.
Jawabannya adalah BENAR
8.        ( B – S ) Sidang pertama PPKI dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 1945.
Jawabannya adalah SALAH
9.        ( B – S )  Dokuritsu Junbi Inkai adalah nama lain dari BPUPKI.
Jawabannya adalah SALAH
10.    ( B – S ) PPKI dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945.
Jawabnnya adalah BENAR


Senin, 03 November 2014

SOSIALISME DI EROPA

RESUME

SOSIALISME DI EROPA

Oleh : Agus Rasiwan

Sosialisme (sosialism) secara etimologi berasal dari bahasa Perancis sosial yang berarti kemasyarakatan. Istilah sosialisme pertama kali muncul di Perancis sekitar 1830. Umumnya sebutan itu dikenakan bagi aliran yang masing-masing hendak mewujutkan masyarakat yang berdasarkan hak milik bersama terhadap alat-alat produksi, dengan maksud agar produksi tidak lagi diselenggarakan oleh orang-orang atau lembaga perorangan atau swasta yang hanya memperoleh laba tetapi semata-mata untuk melayani kebutuhan masyarakat. Dalam arti tersebut ada empat macam aliran yang dinamakan sosialisme: (1) sosial demokrat, (2) komunisme,(3) anarkhisme, dan (4) sinkalisme (Ali Mudhofir, 1988). Sosialisme ini muncul kira-kira pada awal abad 19, tetapi gerakan ini belum berarti dalam lapangan politik. Baru sejak pertengahan abad 19 yaitu sejak terbit bukunya Marx, Manifes Komunis (1848), sosialisme itu (seakan-akan) sebagai faktor yang sangat menentukan jalannya sejarah umat manusia.

Bentuk lain adalah sosialisme Fabian yaitu suatu bentuk dari teori sosialisme yang menghendaki suatu transisi konstitusional dan pengalihan bertahap pemilikan dan sarana produksi kepada Negara. Tidak akan dilakukan teknik-teknik revolusioner dan lebih ditekankan pada metode pendidikan. Aliran ini mencoba cara yang praktis untuk memanfaatkan semua sarana legislatif untuk pengaturan jam kerja, kesehatan, upah dan kondisi kerja yang lain. Bentuk sosialisme ini didukung oleh Fabian society yang didirikan 1884. Tokoh gerakan sosial di Inggris berasal dari kelompok intelektual di antaranya George Bernard Shaw, Lord Passfield, Beatrice Webb, Graham Wallas dan GDH Cole.

Istilah “ sosialis” atau negara sosial demokrat digunakan untuk menunjuk negara yang menganut paham sosialisme “ moderat” yang dilawankan dengan sosialisme ”radikal” untuk sebutan lain bagi “komunisme”. Hal ini ditegaskan mengingat dalam proses perkembangannya di Negara Barat yang pada mulanya menganut paham liberal-kapitalis berkembang menjadi Negara sosialis (sosialis demokrat) ( Frans Magnis Suseno,1975: 19-21). Perbedaan yang paling menonjol antara sosialis-demokrat dan komunisme (Marxisme-Leninisme) adalah sosial demokrat melaksanakan cita-citanya melalui jalan evolusi, persuasi, konstitusional-parlementer dan tanpa kekerasan, sebaliknya Marxisme-Leninisme melalui revolusi.

Unsur-unsur pemikiran dan politik sosialis yang rumit dan saling bertentangan dengan jelas tergambar dalam gerakan sosialis Inggris. Unsur-unsur yang ada dalam gerakan sosialis Inggris adalah: (1). Agama, (2) Idealisme Etis dan Estetis, (3) Empirisme Fabian, (4) Liberalisme (Willian Ebenstein,1985:188).

1. Agama

Dalam buku The Labour Party in Perspective Attles dikemukakan bahwa… dalam pembentukan gerakan sosialis pengaruh agama merupakan yang paling kuat. Inggris pada abad 19 masih merupakan bangsa yang terdiri para pembaca kitab suci. Didalamnya ia akan menemukan bacaan yang mendorongnya untuk tampil sebagai pengkotbah doktrin keagamaan di negera ini dan adanya berbagai ajaran yang dianutnya membuktikan hal ini.

Gerakan sosialis Kristen yang dipimpin oleh dua orang biarawan yaitu frederich Maurice dan Charles Kingsley mencapai puncak kejayaannya pada pertengahan abad 19 dan menjadi sumber penting untuk perkembangan organisasi kelas buruh dan sosialis kemudian. Prinsip yang menjadi pedoman bagi kaum sosialis Kristen adalah konsep yang mendasarkan bahwa sosialisme harus dikrestenkan dan kristianitas harus disosialisasikan.

Adanya perhatian agama Kristen yang bersifat praktis ini sangat kuat terasa selama pengaruh terakhir abad 19. Kesungguhan moral dan kejujuran merupakan ciri masa ini. Agama mengakui kesopanan dan kepercayaan merupakan syarat penting untuk memperoleh keselamatan. Akan tetapi tetap menekankan pentingnya perbuatan dan penyelamatan dengan kerja. Banyak pemimpin sosialis dari generasi yang lebih tua seperti Attlee dan Sir Staffors Cripps dididik dalam suasana dimana agama mempunyai pengaruh yang kuat.

2. Idealisme Etis dan Estetis

Idealisme etis dan estetis juga menjadi sumber bagi sosialisme Inggris, meskipun pengaruhnya tidak dapat diukur dalam wujud jumlah suara dan kartu keanggotaan. Idialisme yang diungkapkan oleh beberapa penulis seperti John Ruskin dan William Morris bukanlah suatu program politik atau ekonomi, tetapi merupakan pemberontakan kehidupan yang kotor, membosankan dan miskin di bawah kapitalisme industri. Berkembangnya kapitalisme di Inggris mungkin menciptakan lebih banyak keburukan disbanding dengan tempat lain, karena para industriawan Inggris tidak dapat membayangkan nantinya kapitalisme akan merubah udara dan air yang jernih dan keindahan wilayah pedalaman Inggris. Mereka juga tidak memperhitungkan sebelumnya pengrusakan pemandangan kota dan desa tua oleh adanya pemukiman dan pusat pabrik.

Pengaruh Ruskin dan Morris lebih banyak mengandung segi negatif dibanding positifnya. Mereka menunjukkan apa yang secara fisik dan moral salah menyangkut peradaban yang dibangun di atas perselisihan dan kemelaratan, tetapi tidak merumuskan program tertentu untuk memperbaiki kondisi yang dikritiknya. Meskipun demikian pemberontakan estetika dan etika ini membawa pengaruh yang penting dalam mempersiapkan suatu lingkungan intelektual dimana nantinya sosialisme mendapatkan tanggapan yang simpatik.

3. Empirisme Febian.

Empirisme Febian mungkin merupakan ciri khas gerakan Inggris. Masyarakat Febian didirikan pada tahun 1884, mengambil nama seorang jenderal Romawi yaitu Quintus Febians Maximus Constator, Si “pengulur waktu”atau “Penunda”. Motto awal dari masyarakat tersebut ialah “engkau harus menunggu saat yang tepat, kalau saat yang tepat itu tiba engkau harus melakukan serangan yang dasyat, sebab jika tidak, penundaan yang engkau lakukan itu sia-sia dan tidak akan membawa hasil“.

Para pendiri dan anggota pertama masyarakat Febian adalah George Bernard Shaw, Sidney dan Beatrice Webb,H.G.Wells dan Grahan Wallas. Dalam penelitian sejarah tentang landasan yang dilakukan oleh Sidney Webb, seperti dalam buku Febian Esseye (1889), dapat ditemukan apa yang menjadi filsafat dasar sosialisme. Webb menganggap sosialisme sebagai hasil yang tidak dapat dielakkan dari terlaksananya demokrasi secara penuh, tetapi ia menandaskan “ kepastian yang datang secara bertahap” sangat berbeda dengan kepastian revolusi seperti yang dicanangkan oleh Marx.

Webb menekankan bahwa organisasi sosial hanya dapat terbentuk secara perlahan dan perubahan-perubahan organisasi . Perubahan tersebut akan terjadi dengan adanya empat kondisi: pertama perubahan itu harus bersifat demokratis , kedua perubahan itu harus secara bertahap, ketiga perubahan itu harus sesuai dengan moral masyarakat, keempat perubahan tersebut harus melalui prosedur dan menggunakan cara damai.

Kelompok Fabian memusatkan perhatiannya untuk meyakinkan sekelompok kecil orang yang memenuhi dua kualifikasi : pertama orang-orang tersebut secara permanent mempunyai pengaruh dalam kehidupan masyarakat, sehingga kalau proses perembesan yang dibutuhkan waktu lama itu berhasil, maka dapat dipetik manfaatnya, kedua mereka harus bersikap dan bertindak wajar sehinga kelompok Fabian tidak dianggap sebagai kaum ekstrimis. Orang-orang dengan kualifikasi seperti itu dapat dijumpai dalam semua partai politik. Untuk itu kelompok Fabian tidak hanya menggarap kaum konservatif saja, tetapi juga kaum liberal.

Fabianisme sering digambarkan sebagai pembaharuan tanpa kebencian, pembangunan kembali masyarakat perang kelas, emperialisme politik tanpa dogma atau fanatisme. Meskipun organisasinya kecil, namun masyarakat Febian membawa pengaruh yang besar. Dalam pemilihan tahun 1945 menampilkan untuk pertama kalinya pemerintahan Partai Buruh didasarkan pada mayoritas dalam parlemen 229 dari 394 anggota parlemen dari Partai Buruh berasal dari kelompok Febian dan lebih dari separuh pejabat pemerintah, termasuk Attlee (Perdana Menteri 1945-1951) juga orang-orang Febian.

4. Liberalisme

Liberalisme telah menjadi sumber yang semakin penting bagi sosialisme, terutama sejak Partai Liberal merosot peranannya di banyak Negara. Di Inggris sebenarnya Partai Liberal sudah lenyap dan Partai Buruh yang menjadi pewarisnya.Di Negara yang mempunyai system dua partai seperti Inggris, kalau orang akan bergeser dari konservatif. Maka Partai Buruh merupakan tumpuan untuk memperjuangkan kepentingan politiknya.

Liberalisme telah memberikan sumbangan yang cukup besar hal-hal yang berguna bagi sosialisme Inggris. Karena pengaruh Liberalisme para pemimpin sosialis lebih moderat dan kurang terpaku pada doktrin serta lebih menghargai kebebasan individu. Liberalisme telah merubah Partai Buruh menjadi sebuah partai nasional, bukan lagi partai yang didasarkan pada kelas. Liberalisme juga telah mewariskan kepada Partai Buruh peran kaum liberal bahwa pembaharuan dapat dilakukan dengan tidak usah menimbulkan kepahitan dan kebencian.

Sosialisme sebagai suatu paham (gerakan) yang menghendaki suatu masyarakat disusun secara kolektif dengan tujuan mencapai masyarakat yang bahagia. Jadi paham ini titik beratnya pada masyarakat, bukan pada individu.Sebab-sebab tumbuhnya paham sosialisme dapat diuraikan sebagai berikut:
-          - Sebagai reaksi terhadap liberalisme ekonomi
-          - Terdapat golongan buruh sebagai pendukungnya
-         -Nasib buruh-buruh pabrik di Inggris dan negara industri lainnya di Eropa sangat buruk. Upah rendah, jam kerja panjang, jaminan kesehatan dan keamanan, serta perumahan yang buruk
-          - Akibat revolusi industri di Inggris.

Paham sosialisme mula-mula muncul di Inggris sebagai cetusan rasa tanggung jawab terhadap nasib kaum pekerja. Tujuannya agar mereka diperbaiki dan dilindungi oleh undang-undang. Gerakan sosialisme yang memperjuangkan nasib kaum pekerja mula-mula dengan membentuk Sarekat Buruh yang dalam memperjuangkan nasib anggoranya sering mengajukan tuntutan bahkan memelopori pemogokan. Tetapi pada abad ke-18 sering tidak mendapat perhatian kaum liberal.

Dengan makin bertambahnya pabrik-pabrik (abad ke-29 dan abad ke-20) pengaruh buruh makin besar. Mereka lalu mendirikan Partai Sosialis atau Partai Buruh. Pada akhir abad ke-19, setiap negara mempunyai perundang-undangan tersendiri yang melindungi kaum pekerja. Persamaan berbagai aliran sosialis di Eropa adalah cita-cita agar alat-alat produksi seperti pabrik, kapal, pertambangan dikuasai oleh badan-badan masyarakat. Dengan cara demikian keuntungan yang diperoleh dapat merata.

Aliran sosialis hingga tahun 1848 disebut utopis, karena perjuangannya tidak berdasar pada kenyataan yang ada. Tokoh-tokoh sosialis utopis yang terkenal adalah: Thomas More, Richard Owen, dan lain-lain. Sesudah tahun 1848 (akhir abad ke-19), paham sosialis yang didasarkan pada ilmu pengetahuan lahir dipelopori oleh Karl Marx. Ajarannya didasarkan pada apa yang disebut “historis materialisme”. Intinya bahwa jalan sejarah ditentukan oleh material. Dan perkembangan sejarah umat manusia selalu ditandai dengan pertentangan golongan miskin dengan golongan kaya. Pandangan Karl Marx memengaruhi kaum buruh Eropa yang sangat menderita. Dari paham sosialis ini kemudian melahirkan paham Komunisme.