Kamis, 06 November 2014

Opini - Implementasi Kurikulum 2013 Dari Beberapa Sekolah Yang Terdapat Di Pontianak

OPINI

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DARI BEBERAPA SEKOLAH YANG TERDAPAT DI PONTIANAK

            Akhir belakangan ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita mendengar kebijakan pemerintah khususnya dalam dunia pendidikan bahwasanya pemerintah akan menerapkan kebijakan mengganti kurikulum yang lama yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan Kurikulum 2013. Hal ini dilakukan mengingat banyaknya kejadian yang terjadi dilapangan mengenai kendala-kendala yang dihadapi guru dalam penerapan KTSP dan juga sikap yang ditunjukkan generasi muda akhir belakangan ini menunjukkan sikap yang mencerminkan penurunan moral generasi bangsa.

            Akhirnya pada pertengahan Mei 2013, kebijakan itu diterapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada saat itu yakni M. Nooh. Ada sebanyak 6.325 sekolah dengan rincian masing-masing 2.598 SD, 1.436 SMP, 1.270 SMA dan 1.021 SMK. Awalnya implementasi kurikulum dilaksanakan berbasis kabupaten/kota. Namun melihat mepetnya waktu, pelaksanaan kurikulum akhirnya berbasis provinsi. Yang pada mulanya penerapannya rata-rata diterapkan disekolah yang berakreditasi A namun akhirnya hampir ke seluruh sekolah dengan tingkatan akreditasi B dan seterusnya.

            Termasuk juga penerapan Kurikulum 2013 di Pontianak, dibeberapa sekolah di Pontianak, yang sudah menerapkan dan ada juga yang baru menerapkan Kurikulum 2013. Banyak pendapat yang dikeluarkan oleh guru-guru bersangkutan, khususnya guru-guru IPS dan Mata Pelajaran Sejarah terkait kurikulum tersebut.

            Dalam Impementasinya di berbagai sekolah baik itu dari tingkat SMP/Mts dan SMA/MA guru-guru mendeskripsikan penerapan Kurikulum 2013 berbeda-beda. Ada guru yang senang dengan keluarnya Kurikulum 2013 dengan alasan terdapat aspek penilaian yang digunakan oleh guru dalam menilai sebagai aktivitas siswa sehingga guru tidak hanya menilai siswa dari keaktifan sehari-hari saja. Namun selain kemudahan itu, guru juga direpotkan dengan penerapan yang kurikulum 2013, karena ada beberapa guru yang merasa terlalu banyak aspek penilaian yang dilakukan, sehingga buku penilaian saja tebalnya hampir sama dengan satu buku skripsi.

Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran kuriulum 2013 adalah  untuk penguatan sikap (tahu mengapa), keterampilan (tahu bagaimana), dan pengetahuan (tahu apa) yang terintegrasi, yaitu dengan pendekatan scientific. Hal ini merupakan pembeda dari Kurikulum sebelumnya yakni KTSP yang hanya Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi.

Dari perbedaan ini, sudah dapat jelas terlihat dan dapat kita pilih sendiri sebenarnya mana kurikulum yang benar-benar dibutuhkan dalam dunia pendidikan di Indonesia khususnya pada saat ini. Dari pengakuan beberapa guru SMP-SMA di Pontianak, dengan impelementasi Kurikulum 2013, siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar karena siswa dituntut mandiri untuk menemukan dan kemudian menyampaikan materti yang dipelajarinya. namun kenyataannya pada penerapan ini pula, pemerintah tidak dapat mendukung secara penuh karena berdasarkan pengakuan beberapa guru, didalam pelaksaan Kurikulum 2013 guru disusahkan dengan lambatnya penyebaran Buku Paket/ Bahan ajar yang pada ketetapannya didalam kurikulum 2013 ini buku paket/ Bahan ajar itu ditetapkan oleh pemerintah, dalam artian semua materi diatur oleh pemerintah dan harus didapat dari pemerintah.


Nah, sebenarnya kurikulum 2013 ini baik untuk di terapkan, namun untuk poin kecocokan dalam pelaksaannya mungkin belum sepadan dengan apa yang dilakukan pemerintah untuk menyelaraskan penerapannya. Karena dari satu aspek saja masih belum merata. Banyak guru yang menyambut baik kurikum ini, namun ada juga yang menyambut dengan kecewa karena hal seperti itu tadi. Sebagai warga negara yang berpikir cerdas dan juga kita sebagai calon guru maka sebaiknya kita harus percaya pada program yang dilaksanakan pemerintah. Jangan memberikan respon yang negatif terlebih dahulu sebelum melihat efek dari prakteknya. Kurikulum 2013 toh juga dilakukan pemerintah secara bertahap, yaitu untuk tahun ajaran 2013/2014 dilaksanakan pada kelas I dan IV di tingkat SD , kelas VII di tingkat SMP dan kelas X di tingkat SMA. Untuk tahun ajaran 2014/2015 akan dilaksanakan lagi pada tingkat kelas lainnya hingga nanti pada tahun ajaran 2015/2016 kurikulum 2013 ini baru benar-benar akan diterapkan pada seluruh tingkat kelas di semua jenjang pendidikan. 

TES BENAR SALAH

TES BENAR SALAH
Cermatilah pernyataan berikut dengan seksama, untuk pernyataan benar ( B ) dan untuk pernyataan salah ( S ) !
1.        ( B – S ) Organisasi Budi Utomo (BU) didirikan pada tanggal 20 Mei 1908.
Jawabannya adalah BENAR
2.        ( B – S ) Sarekat Dagang Islam (SDI) di dirikan oleh Ir.Soekarno.
Jawabannya adalah SALAH
3.        ( B – S ) Suwardi Suryaningrat adalah salah satu pendiri Indische Partij.
Jawabannya adalah BENAR
4.        ( B – S ) Taman siswa adalah perguruan yang di dirikan oleh KH Ahmad Dahlan.
Jawabannya adalah SALAH
5.        ( B – S ) PNI didirikan di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 oleh 8 pemimpin.
Jawabannya adalah BENAR
6.        ( B – S ) Muhammadiyah berdiri pada tanggal 18 November 1912 dengan Ki Hajjar Dewantara sebagai ketuanya.
Jawabannya adalah SALAH
7.        ( B – S ) Dokuritsu Junbi Chōsakai adalah nama lain dari BPUPKI.
Jawabannya adalah BENAR
8.        ( B – S ) Sidang pertama PPKI dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 1945.
Jawabannya adalah SALAH
9.        ( B – S )  Dokuritsu Junbi Inkai adalah nama lain dari BPUPKI.
Jawabannya adalah SALAH
10.    ( B – S ) PPKI dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945.
Jawabnnya adalah BENAR