Senin, 15 September 2014

Makalah Tentang Permasalahan Pendidikan di Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, ini dibuktikan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia semakin menurun. Kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke 12 dari 12 negara di Asia. Ada apa dengan pendidikan kita?
            “Wajib Belajar 9 Tahun” kalimat ini tentu sudah tidak asing di telinga kita, program pemerintah yang sudah dijalankan sejak dulu ini mewajibkan masyarakat Indonesia untuk sekolah minimal lulus SMP. Program ini juga berarti pemerintah menanggung biaya pendidikan masyarakatnya sampai dengan lulus SMP, tapi pada kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan pendidikan yang layak.
            Padahal anggaran untuk pendidikan di dalam APBN adalah sebesar 20%, tapi besarnya anggaran ini tidaklah menjamin seluruh masyarakat Indonesia bisa mendapatkan pendidikan sebagaimana mestinya. Pemerataan pendidikan, mutu pendidikan yang masih kurang, efisiensi pendidikan yang masih kurang maksimal, serta relevansi pendidikan yang kurang seimbang, adalah masalah-masalah yang dihadapi pendidikan di Indonesia.
            Pemerintah juga sudah berusaha untuk mengatasi masalah-masalah ini, tetapi hasil yang didapat masih belum memuaskan. Hal ini disebabkan oleh berbagai kendala yang terjadi di lapangan, sehingga usaha yang dilakukan kurang maksimal.
            Hal inilah yang melatarbelakangi kami mengangkat topik ini sebagai materi yang akan kami bahas dalam makalah kami.





B. Tujuan
            Adapun tujuan kami dalam pembuatan makalah ini adalah :
  1. Untuk melengkapi tugas mata kuliah Pengantar Pendidikan
  2. Sebagai media pembelajaran dan diskusi
  3. Untuk mengetahui permasalahan pendidikan di Indonesia
  4. Sebagai pembanding untuk makalah dengan tema sama yang akan dibuat berikutnya

C. Ruang Lingkup
            Ruang lingkup dalam penyusunan makalah ini difokuskan pada hal-hal yang berkaitan tentang permasalahan pendidikan di Indonesia.

D. Metode Pengumpulan Data
            Data penyusunan makalah ini diperoleh dengan studi kepustakaan, yaitu suatu metode dengan membaca secara telaah tentang permasalahan pendidikan di Indonesia.















BAB II
LANDASAN TEORI

A. Permasalahan Pokok Pendidikan
            Pada dasarnya ada dua masalah pokok yang dihadapi oleh dunia pendidikan di Indonesia, yaitu :
a)      Bagaimana semua warga negara dapat menikmati kesempatan pendidikan
b)     Bagaimana pendidikan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan kerja yang mantap untuk dapat terjun ke dalam kancah kehidupan bermasyarakat.
            Yang pertama mengenai masalah pemerataan, dan yang kedua adalah masalah mutu, relevansi, dan juga efisiensi pendidikan.

B. Jenis Permasalahan Pokok Pendidikan
            Berikut adalah empat masalah pokok pendidikan yang telah menjadi kesepakatan nasional yang perlu diprioritaskan penanggulangannya. Masalah yang dimaksud yaitu :
1.    Masalah pemerataan pendidikan
      Masalah pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga negara untuk memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pembangunan sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan. Masalah pemerataan pendidikan muncul karena masih banyak warga negara khususnya anak usia sekolah yang tidak dapat ditampung di dalam sistem atau lembaga pendidikan karena kurangnya fasilitas pendidikan yang tersedia di daerah-daerah terpencil.
2.    Masalah mutu pendidikan
            Mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil pendidikan belum mencapai taraf seperti yang diharapkan. Masalah ini muncul karena rendahnya kualitas pendidik, khususnya di daerah terpencil yang kekurangan tenaga pendidik. Untuk menutupi kekurangan tenaga pendidik tersebut, banyak sekolah yang merekrut tenaga pendidik yang hanya berlatar belakang SMA atau sederajat. Selain itu, kurangnya sarana dan prasarana penunjang pembelajaran juga menjadi penyebab randahnya mutu pendidikan di Indonesia.
3.    Masalah efisiensi pendidikan
            Masalah efisiensi pendidikan antara lain meliputi : pengangkatan, penempatan, dan pengembangan tenaga pendidik. Masalah pengangkatan terletak pada kesenjangan stok tenaga yang tersedia dan jumlah pengangkatan yang terbatas, sehingga tidak memenuhi kebutuhan tenaga di lapangan. Masalah penempatan guru, khususnya guru bidang studi sering mengalami kepincangan, karena tidak disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Sedangkan masalah pengembangan tenaga kependidikan di lapangan, adalah keterlambatan sosialisasi kurikulum baru, sehingga pada saat pergantian kurikulum banyak tenaga pendidik yang belum siap. Selain itu lamanya masa transisi, juga menyebabkan pendidikan yang dilaksanakan pada saat itu tidak efektif dan efisien.
4.    Masalah relevansi pendidikan
            Masalah relevansi pendidikan muncul karena, jumlah pendidik yang dihasilkan lembaga pendidikan untuk bidang tertentu jumlahnya lebih besar daripada tenaga yang dibutuhkan. Sedangkan untuk bidang lainnya, pendidik yang dihasilkan kurang atau bahkan tidak ada sama sekali. Hal ini menyebabkan tidak relevannya jumlah pendidik di lapangan, sehingga banyak pendidik yang mengajar di bidang yang bukan keahliannya.

C. Permasalahan Lain Dalam Pendidikan
            Selain empat masalah pokok tersebut, ada masalah lain yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Antara lain :
  1. Mahalnya biaya pendidikan
            Tidak dapat dipungkiri, sekarang ini pendidikan yang berkualitas adalah hal yang sangat sulit didapatkan. Pendidikan yang berkualitas juga hanya bisa didapatkan oleh orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan finansial yang baik, hal ini dikarenakan untuk mendapat pendidikan yang berkualitas membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga sekarang ini ada istilah “pendidikan yang berkualitas itu mahal”, “pendidikan yang berkualitas hanya untuk orang-orang kaya”. Hal ini sungguh sangat ironis sekali, padahal banyak sekali anak-anak berprestasi dan anak-anak yang memiliki kecerdasan tinggi di Indonesia, tapi mereka hanya menjadi buruh di pabrik, karena tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan pendidikan.
  1. Rendahnya kesejahteraan guru
            Rendahnya kesejahteraan guru seperti menjadi masalah klasik dalam dunia pendidikan di Indonesia. Bagaimana tidak, di saat para birokrat dan pejabat menerima pendapatan yang tinggi, para guru menerima pendapatan yang boleh dibilang “sekedarnya” saja. Sehingga apabila seorang guru mempunyai profesi lain di luar bidangnya, sudah menjadi hal yang biasa di negeri ini. Memang sekarang ini sudah ada sertifikasi, yang membuat para guru dibayar dengan “pantas”. Tetapi tidak semua guru bisa mendapatkan hal tersebut, proses yang rumit dan terkesan dipersulit, membuat banyak guru yang belum menerima pendapatan yang sesuai dengan apa yang sudah diberikannya. Belum lagi nasib para guru bantu dan guru honorer, yang bahkan penghasilannya sangat jauh dari kata “pantas”.
  1. Rendahnya kualitas guru
            Kualitas guru di Indonesia juga masih sangta rendah, faktor penyebabnya adalah rendahnya pendidikan para guru. Tidak lebih dari setengah dari jumlah guru SD/MI di Indonesia yang berpendidikan D-2 keatas, hal ini khususnya terjadi di daerah-daerah terpencil yang kekurangan guru. Memang saat ini para guru SD/MI tersebut sudah ada yang dikuliahkan lagi di Universitas Terbuka (UT) ataupun Universitas lainnya, tapi hal tersebut terkesan hanya sebagai formalitas. Tujuan mereka kuliah juga bukan untuk meningkatkan kemampuan mengajar, tetapi hanya demi sebuah kewajiban menyandang predikat ”Sarjana”. Selain fator pendidikan para guru, yang menyebabkan rendahnya kualitas guru adalah kesejahteraan. Para guru yang merasa pendapatannya sebagai guru sangat tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari, menjadi malas untuk datang ke sekolah. Selain itu, ada juga yang mencari mata pencaharian lain, sehingga banyak murid yang terbengkalai.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Pemecahan Masalah Pemerataan Pendidikan
            Pemecahan masalah yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah pemerataan pendidikan, antara lain :
a)         Membangun gedung sekolah baru di daerah-daerah terpencil
b)        Memperbaiki bangunan-bangunan sekolah yang sudah tua atau rusak
c)         Memberikan bantuan berupa alat-alat penunjang pembelajaran seperti buku, alat peraga, dan lain-lain.
B. Pemecahan Masalah Mutu Pendidikan
            Pemecahan masalah yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah mutu pendidikan, antara lain :
a)         Pengembangan tenaga kependidikan melalui studi lanjut
b)        Pengembangan prasarana yang menciptakan lingkungan yang tenteram untuk belajar
c)         Supervisi dan pengawasan oleh penilik dan pengawas
C. Pemecahan Masalah Efisiensi Pendidikan
            Pemecahan masalah yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah efisiensi pendidikan, antara lain :
a)        Penempatan guru tidak hanya di kota-kota besar saja, tetapi juga di daerah-daerah terpencil yang sudah jelas sangat kekurangan tenaga
b)       Mempercepat proses sosialisasi kurikulum baru, dengan melakukan proses pembekalan kepada para guru
c)        Calon guru harus membuat surat pernyataan “siap ditempatkan di daerah mana saja” sebagai syarat wajib pengangkatan
D. Pemecahan Masalah Relevansi Pendidikan
            Pemecahan masalah yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah relevansi pendidikan, antara lain :
a)         Melakukan pengawasan terhadap lembaga pendidikan
b)        Melakukan perekrutan sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan

BAB IV
KESIMPULAN dan SARAN
A. Kesimpulan
            Permasalahan pendidikan di Indonesia masih sangat banyak dan beragam, mulai dari tidak meratanya pendidikan, rendahnya mutu pendidikan, efiensi pendidikan yang kurang, tidak relevannya pendidikan, mahalnya biaya, kurangnya kesejahteraan guru, serta rendahnya kualitas guru, hanyalah sebagian dari setumpuk permasalahan pendidikan di negeri ini.  Anggara pendidikan yang besar, yaitu 20% dari APBN. Ternyata tidak menjamin adanya perubahan yang lebih baik dari pendidikan di negeri ini, karena 20% hanyalah sekedar angka yang digembar-gemborkan pemerintah untuk memenuhi kewajiban yang tertera di undang-undang tentang anggaran minimal untuk pendidikan. Padahal dalam kenyataannya, tidak sampai 20% yang digunakan untuk pendidikan dan bisa dinikmati masyarakat, bahkan mungkin tidak sampai setengahnya. Apabila hal ini terus berlanjut, pendidikan di Indonesia akan terus jalan di tempat, atau mungkin malah mengalami kemunduran.

B. Saran
            Pemerintah harus memaksimalkan anggaran yang memang diperuntukkan untuk pendidikan, selain itu perlu diadakan pengawasan untuk mengontrol apakah anggaran tersebut sudah digunakan tepat sasaran atau tidak. Selain itu harus adanya pemerataan pendidikan di daerah-daerah terpencil, tidak hanya dalam hal sarana dan prasarana penunjang pendidikan saja, tetapi juga dalam hal tenaga pendidik. Selain itu, calon guru harus diperbaiki mentalnya. Sehingga mereka tidak manja dan hanya mau ditempatkan di daerah maju saja, para guru juga harus diingatkan lagi bahwa profesi guru itu adalah pengabdian, bukan sekedar mata pencaharian.




Daftar Pustaka

Faturrahman, dkk. (2012) . Pengantar Pendidikan . Jakarta : PT Prestasi
            Pustakaraya

Tirtarahardja, Umar. (2005) . Pengantar Pendidikan (Edisi Revisi) . Jakarta :

            PT Rineka Cipta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar