Senin, 15 September 2014

Makalah Tentang SEJARAH ASIA SELATAN LAMA PENGARUH INDIA DI INDONESIA

BAB 1
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang

Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terkenal dengan keanekaragaman dan keunikannya. Terdiri dari berbagai suku bangsa, yang mendiami belasan ribu pulau yang tidak terlepas dari pengaruh budaya luar, salah satunya pengaruh budaya India. Kebudayaan India masuk ke Indonesia pada saat Indonesia masih mengalami masa pra-sejarah. Masuknya kebudayaan India  ini sekaligus menandai berakhirnya masa pra-sejarah dan mulai membawa bangsa Indonesia ke  jaman sejarah, karena sejak saat itu bangsa kita mulai mengenal tulisan.
Pengaruh hindu-budha ini dapat terlihat dari berbagai macam peninggalan-peninggalan yang tersebar hampir disetiap pulau-pulau di Indonesia yang kini menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa ini yang berasal dari berbagai kerajaan Hindu-Budha yang merupakan cikal bakal terbentuknya bangsa ini. Dengan hadirnya kebudayaan India di Indonesia banyak sekali aspek yang dipengaruhinya antara lain seni, agama, tradisi, bangunan dan lain-lain.
Sebagai generasi penerus bangsa  kita wajib mengetahui sejarah bangsa ini. Sehingga hal ini yang melatar belakangi kami menyusun makalah ini agar dapat membantu dan memudahkan pembaca untuk mengetahui sejarah dan pengaruh kebudayaan India di Indonesia.

B.       Rumusan Masalah
a.       Apa saja kebudayaan india ?
b.      Bagaimana awal masuknya kebudayaan India ( Hindu-Buddha-Islam ) di Indonesia ?
c.       Bagaimana proses berkembangnya kebudayaan India ( Hindu-Buddha-Islam ) di Indonesia?
d.      Bagaimana pengaruh kebudayaan India ( Hindu-Buddha-Islam ) di berbagai bidang di Indonesia ?




C.      Tujuan
a.       Untuk mengetahui apa saja hal-hal yang merupakan kebudayaan India
b.      Untuk mengetahui sejarah awal masuknya kebudayaan India ( Hindu-Buddha ) ke Indonesia
c.       Untuk mengetahui proses berkembangnya kebudayaan India di Indonesia
d.      Untuk mengetahui pengaruh apa saja yang disebabkan oleh kebudayaan India ( Hindu-Buddha ) pada berbagai bidang yang ada di Indonesia ?

D.      Ruang Lingkup
Ruang lingkup penulisan makalah ini difokuskan pada hal-hal yang berkaitan dengan pengaruh kebudayaan India terhadap Indonesia.

E.       Metode Pengumpulan Data
Data penyusunan makalah ini diperoleh dengan studi kepustakaan, yaitu suatu metode dengan membaca secara telaah tentang pengaruh India terhadap Indonesia.


















BAB II
PEMBAHASAN
A.      Kebudayaan India
Budaya berasal dari kata Sansekerta yaitu “buddhayah” atau “buddhi” yang berarti akal. Kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan akal. Dan melalui akalnya manusia memiliki hasil karya yang senantiasa berkembang mengikuti perkembangan kehidupan manusia itu sendiri.
Kebudayaan India tidak terlepas dari pengaruh agama Hindu-Budha yang berkembang di lembah sungai Indus, India. Sekitar 2000 tahun SM mulai berkembang agama Hindu dan beberapa waktu kemudian di India pula lahir budaya dan agama Budha.
     Dalam kebudayaan Hindu terjadi perpaduan antara budaya Arya, budaya Dravida, dan budaya Munda Ag ( kasta-kasta ). Dalam agama hindu ada lima keyakinan dan kepercayaan yang disebut dengan Panchasrada yang merupakan keyakinan dasar umat Hindhu. Kelima keyakina tersebut yakni :
1.      Brahman artinya Umat Hindu percaya dan yakin akan adanya Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Atman artinya Umat hindu percaya dan yakin bahwa ada percikan-percikan keTuhanan yang bersemayam dalam diri setiap mahluk hidup yang disebut Atman.
3.      Karma Phala artinya Umat Hindu yakin dan percaya bahwa setiap perbuatan sekecil apapun pasti ada akibatnya.
4.      Punarbhawa artinya Umat Hindu percaya dan yakin bahwa setiap manusia akan mengalami kelahiran kembali (reinkarnasi) untuk menyempurnakan karmanya.
5.      Moksa artinya Umat Hindu percaya dan yakin akan adanya tujuan tertinggi kehidupan adalah dalam rangka bersatunya Atman dengan Brahman.

a.       Brahman
Hindu meyakini bahwa segala apa yang ada di alam semesta ini baik mahluk hidup maupun benda mati bersumber dari penguasa tertinggi yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam Theologi Hindu, Tuhan memiliki gelar dan nama tak terhingga, setiap insan yang meyakini keberadaanNya menyebut dengan nama yang berbeda. Ada yang menyebut dengan nama Brahman, Narayana serta berbagai sebutan lainnya.Di Indonesia khususnya di Bali disebut dengan nama Hyang Widhi, Hyang Parama Wisesa, Hyang Parama Kawi dan sebagainya.

Demikian juga Brahman menurut Hindu bisa diberi gelar atau disebut sesuai dengan fungsinya. Beliau adalah MAHA, hanya saja keterbatasan manusia dalam hal memahami keberadaan Tuhan maka dalam ajaran Hindu memberikan kesempatan kepada umatnya untuk memahami sifat KeTuhanan dengan pemahaman personifikasi.
Ada juga pemberian gelar kepada Tuhan sesuai dengan fungsi beliau, yaitu :
-          Pada saat menciptakan semua yang ada di ala mini disebut dengan Brahma ( bukan Brahman)
-          Pada saat memelihara segala ciptaanNya beliau diberi gelar Wisnu.
-          Sedangkan pada saat melebur  dan mengembalikan ke bentuk awalnya beliau disebut Siwa.
Konsep ini dengan asumsi bahwa segala yang ada di alam ini akan mengalami proses dari penciptaan(stiti ), pemeliharaan( utpeti) dan peleburan (pralina).

b.      Atman
Dalam Konsep Hindu bahwa segala ciptaan Tuhan adalah berasal dari diri beliau dan nanti pada saatnya (pralaya) akan kembali kepada beliau. Segala ciptaan di alam ini adalah sebagai visualisasi keberadaan Tuhan. Segala mahluk hidup memiliki percikan-percikan partikel keTuhanan yang disebut Atman. Jadi pada dasarnya atman itu adalah suci karena bersumber dari partikel Tuhan, hanya saja karena bersentuhan dengan material ( badan/jasad mahluk hidup) dan prilaku ( karma ) maka kesucian tersebut terselubung dan dibungkus oleh  karmawasana dan suksma sarira ( badan halus). Untuk penjelasan ini anda bisa membaca proses penciptaan alam semesta ( Bhuwana Agung ) dan Proses penciptaan mahluk hidup ( Bhuwana Alit).

c.       Karma Phala
Keyakinan ketiga dalam Agama Hindu adalah bahwa segala sesuai yang dilakukan oleh manusia pasti ada akibatnya dan setiap akibat dari perbuatan tersebut akan menjadi penyebab bagi perbuatan-perbuatan berikutnya. Pengertian Karma Phala adalah hasil perbuatan ( Karma = perbuatan ) dan ( Phala = hasil ).
Di masyarakat banyak yang salah mengartikan kata ini, kebanyakan memisahkan arti dari Karma Phala yaitu bahwa karma diartikan sebagai hasil perbuatan buruk dan phala ( pahala ) diartikan hasil perbuatan yang baik.
Kesimpulannya dalam konsep Hindu tidak ada perbuatan sekecil apapun yang tanpa hasil, tidak ada perbuatan sekecil apapun tanpa arti. Hasil perbuatan manusia dapat diterima pada kehidupan ini ( Prarabda Karma ) ada juga manusia pada kehidupan ini menerima hasil perbuatannya pada kehidupan di masa lalu ( Sancita Karma ). Ada pula pahala karma ( hasil perbuatan )  manusia pada kehidupan ini akan diterima pada kehidupan yang akan dating ( kryamana karma) kapan pahala karma akan diterima? Itu semua diatur oleh Yang Maha Kuasa dengan hukum beliau sendiri.

d.      Punarbhawa
Artinya lahir kembali ( tumimbal lahir ). Hindu meyakini bahwa badan manusia tidak abadi, sedangkan jiwatman ( atma yang menghidupi jasad manusia) selalu mengalami kelahiran kembali menggunakan badan yang baru. Sebagaimana halnya manusia berganti pakaian karena pakaian yang lama sudah tidak layak dipakai.Kelahiran kembali jiwatman ke dunia  adalah bertujuan untuk memperbaiki karma, sehingga atman akan menjadi semakin suci. Setiap kelahiran menjadi lingkaran kehidupan sehingga beberapa kelahiran akan membentuk beberapa lingkaran. Bentuk lingkaran yang dihasilkan tergantung pada hasil karma selama hidupnya. Jika setiap kehidupan lebih banyak berbuat kebaikan ( subhakarma) maka lingkaran akan semakin mengecil sehingga akan mendekati alam kesucian (keTuhanan). Sebaliknya jika dalam kelahiran ia berbuat lebih banyak dosa maka lingkaran akan semakin melebar dan menjauh dari kesucian Tuhan.

e.       Moksa
Moksa adalah tujuan tertinggi umat Hindu yaitu bersatunya atman dengan Brahman ( Brahman atman aikyam). Dalam setiap kehidupan sampai meninggalnya seseorang maka jiwatman ( roh manuasia) akan menerima pahala karmanya dengan masuk sorga atau neraka. Selanjutnya jiwatman lahir kembali berulang-ulang yang bertujuan untuk membersihkan jiwatman dari ikatan karma sehingga bersih dan suci sampai dapat bersatu kembali dengan yang Maha Suci yaitu Brahman. Pada tingkatan pencapaian ini maka jiwatman akan mencapai kebahagiaan abadi ( sukha tan pawali duka).

Dengan pengaruh dari agama Hindu-Budha tersebut kebudayaan masyarakat India terus mengalami perkembangan dan kemajuan seiring dengan perubahan zaman dan kebutuhan, terutama dalam bidang kesenian yang melahirkan kuil-kuil megah dan kitab-kitab yang memiliki nilai sastra tinggi seperti  Mahabharata dan Ramayana. Dari India inilah kemudian kebudayaan Hindu-Budha menyebar ke berbagai tempat, salah satunya Indonesia.

B.       Masuknya Kebudayaan India ke Indonesia
Letak wilayah Indonesia yang strategis dan merupakan daerah penghasil rempah-rempah membuat  indonesia sering di kunjungi oleh bangsa-bangsa lain untuk melakukan perdagangan, salah satunya India. Bangsa India yang tadinya ke Indonesia hanya bermaksud untuk berdagang ternyata membawa misi untuk menyebarkan agama.
Sambil menunggu angin musim yang baik, para pedagang India tersebut melakukan interaksi dengan penduduk setempat, selain menjalin hubungan dagang, para pedagang India membawa ajaran agama beserta kebudayaannya sehingga semakin lama ajaran dan kebudayaan mereka berpengaruh terhadap penduduk setempat. Sejak itulah sedikit demi sedikit pengaruh luar mulai masuk ke wilayah Indonesia dan terus berkembang sampai sekarang ini.
a.       Masuknya Kebudayaan Hindu ke Indonesia
Proses masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu di Indonesia disebut penghinduan atau Hinduisasi. Berikut merupakan teori-terori masuknya kebudayaan Hindu ke Indonesia :
1.      Teori Brahmana
Teori ini mengatakan bahwa kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh para kaum brahmana. Para brahmana mendapat undangan dari penguasa di Nusantara untuk mengajarkan agama kepada raja dan memimpin upacara-upacara keagamaan.
Tokoh yang mengemukakan pendapat tersebut adalah J.C. Van Leur. Ia perpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia di bawa oleh kaum brahmana, karena hanya kaum brahmana yang berhak mempelajari dan mengerti isi kitab suci Weda. Pendapatnya ini juga berdasarkan pada pengamatannya terhadap sisa-sisa peninggalan kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia, terutama pada prasasti-prasasti yang menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa,dimana bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa itu hanya dimengerti oleh para brahmana.
2.      Teori Ksatria
Teori ini mengatakan bahwa kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh para kaum Ksatria atau para prajurit. Tokoh yang mengemukakan pendapat tersebut adalah  F.D.K. Bosch. Menurut Teori ksatria, jaman dulu di India sering terjadi perang. Kemudian para prajurit yang kalah banyak yang pergi meninggalkan India. Banyak diantara mereka pergi ke wilayah nusantara. Mereka inilah yang kemudian menyebarkan agama dan kebudayaan hindu di wilayah nusantara.
3.      Teori Waisya
Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia di bawa oleh para pedagang India yang berdagang di Indonesia dan kemudian mengajarkan ajaran agama Hindu kependuduk setempat. Tokoh yang mengemukakan pendapat tersebut adalah N.J. Krom. Menurut NJ. Krom, proses terjadinya hubungan antara India dan Indonesia karena adanya hubungan perdagangan, sehingga orang-orang India yang datang ke Indonesia sebagian besar adalah para pedagang. Perdagangan yang terjadi pada saat itu menggunakan jalur laut dan teknologi perkapalan yang masih banyak tergantung pada angin musim.
Hal ini mengakibatkan dalam proses tersebut, para pedagang India harus menetap dalam kurun waktu tertentu sampai datangnya angin musim yang memungkinkan mereka untuk melanjutkan perjalanan. Selama mereka menetap, memungkinkan terjadinya perkawinan dengan perempuan-perempuan pribumi. Mulai dari sini pengaruh kebudayaan Hindu menyebar dan menyerap dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
4.      Teori Sudra
Teori ini mengatakan bahwa kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh para kaum sudra,dalam hal ini adalah kaum-kaum terbawah. Tokoh yang mengemukakan pendapat tersebut adalah Von Van Faber. Von Van Faber ini menyatakan bahwa penyebaran agama hindu ke Indonesia dibawa oleh orang-orang India yang berkasta sudra. Alasannya karena mereka dianggap sebagai orang-orang buangan dan hanya hidup sebagai budak sehingga mereka datang ke Indonesia dengan tujuan untuk mengubah kehidupannya.
5.      Teori Arus Balik
Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia dibawa oleh para pelajar (orang Indonesia) yang belajar atau mendalami agama Hindu di India kemudian setelah mereka menempuh pendidikan. Lalu mereka pulang dan mengajarkan (menyebarluaskan) ajaran Hindu kepada penduduk setempat.
Teori ini di kemukakan oleh F.D.K Bosch. Ia mengemukakan peranan bangsa Indonesia sendiri dalam penyebaran dan pengembangan agama hindu. Penyebaran budaya India di Indonesia dilakukan oleh kaum terdidik. Akibat interaksinya dengan para pedagang India, di Indonesia terbentuk masyarakat Hindu terdidik yang di kenal dengan sangha. Mereka giat mempelajari bahasa Sanskerta, kitab suci, sastra, dan budaya tulis. Mereka kemudian memperdalam agama dan kebudayaan Hindu di India. Sekembalinya ke Indonesia mereka mengembangkan agama dan kebudayaan tersebut. Hal ini bisa diliat dari peninggalan dan budaya yang memiliki corak keindonesiaan.

b.      Masuknya kebudayaan Buddha di Indonesia
Informasi paling tua tentang keberadaan Buddhisme di Indonesia yang pada waktu itu belum begitu meluas. Info yang  didapat hanya dari pengelana China bernama Fa Hsien (+/-337 – 422 M), yang sekembalinya dari Ceylon (Sri Lanka) ke China pada tahun 414 Masehi terpaksa mendarat di negeri yang bernama Ye-Po-Ti karena kapalnya rusak. Sekarang tidak terlalu jelas apakah Ye-Po-Ti itu Jawa atau Sumatera. Ia menemukan banyak orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme. Namun demikian, sepertinya kondisi mulai berubah sesudah abad kelima kerena penyebaran agama Budha yang dilakukan Fa Hsien.
C.       Berkembangnya Kebudayaan India di Indonesia
a.       Berkembangnya kebudayaan Hindu
Berkembangnya kebudayaan Hindu di Indonesia dimulai sejak ratusan tahun lalu. Perkembangan kebudayaan Hindu di Indonesia dimulai dengan lahirnya kerajaan-kerajaan Hindu. dimulai dari Kerajaan Kutai  pada abad ke-4. Kemudian Kerajaan Tarumanagara (358–669), Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-11), Sailendra (abad ke-8 sampai ke-9) Kerajaan Medang (752–1045), Kerajaan Sunda (932–1579), Kerajaan Kediri (1045–1221), Kerajaan Dharmasraya (abad ke-12 sampai ke-14), Kerajaan Singhasari (1222–1292), Kerajaan Majapahit (1293–1500), hingga Kerajaan Malayapura (abad ke-14 sampai ke-15).
Sejarah panjang tersebut tentu saja memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan agama Hindu di Indonesia. Hingga saat ini, Bali merupakan pusat masyarakat beragama Hindu yang sangat terkenal hingga ke mancanegara. Keunikan budaya yang sangat erat dengan nuansa Hindu ini tetap lestari hingga saat ini dan menjadi salah satu aset parwisata andalan Indonesia.
Selain itu, berdirinya kerajaan-kerajaan tersebut juga telah meninggalkan jejak sejarah yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Bahkan, beberapa di antaranya menjadi wisata sejarah yang sangat menarik untuk disaksikan. Candi-candi yang ada di Indonesia merupakan bentuk warisan sejarah Hindu yang merupakan bukti berdirinya  kejayaan Hindu di Indonesia.
Memang, sejarah panjang perkembangan agama Hindu di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah, budaya, dan pariwisata Indonesia. Bahkan, budaya Jawapun memiliki kaitan erat dengan sejarah kerajaan Hindu yang pernah berjaya.  Beberapa nama-nama raja dan kerajaan, seperti Airlangga, Udayana, dan Brawijaya menjadi nama universitas terkemuka di Indonesia.

b.      Berkembangnya kebudayaan Buddha
Proses berkembangnya agama Budha juga dimulai dengan lahirnya kerajaan-kerajaan yang bercorak Budha. Salah satu kerajaan Budha terbesar di Indonesia adalah kerajaan Sriwijaya yang merupakan masa keemasan agama Budha. Bahkan Sriwijaya menjadi salah satu pusat pengembangan agama Buddha di Asia Tenggara. Hal ini terlihat pada catatan seorang sarjana dari China bernama I-Tsing yang melakukan perjalanan ke India dan Nusantara serta mencatat perkembangan agama Buddha disana. Biarawan Buddha lainnya yang mengunjungi Indonesia adalah Atisa, Dharmapala, seorang profesor dari Nalanda, dan Vajrabodhi, seorang penganut agama Buddha yang berasal dari India Selatan.

D.    Pengaruh kebudayaan India ( Hindu-Buddha ) di Indonesia
a.       Bidang kepercayaan atau Agama
Sebelum budaya India masuk, di Indonesia telah berkembang kepercayaan yang berupa pemujaan terhadap roh nenek moyang. Kepercayaan itu bersifat Animisme dan Dinamisme. Animisme merupakan satu kepercayaan terhadap roh atau jiwa sedangkan Dinamisme merupakan satu kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib.
Dengan masuknya kebudayaan India, penduduk Nusantara secara berangsur-angsur memeluk agama Hindu dan Buddha, diawali oleh lapisan elite para raja dan keluarganya. Agama Hindu dan Budha yang berkembang di Indonesia sudah mengalami perpaduan dengan kepercayaan Animisme dan Dinamisme, atau dengan kata lain mengalami Sinkritisme. Sinkritisme adalah bagian dari proses akulturasi, yang berarti perpaduan dua kepercayaan yang berbeda menjadi satu.
Untuk itu agama Hindu dan Budha yang berkembang di Indonesia, berbeda dengan agama Hindu -Budha yang dianut oleh masyarakat India. Perbedaaan-perbedaan tersebut dapat dilihat dalam upacara ritual yang diadakan oleh umat Hindu atau Budha yang ada di Indonesia. Contohnya, upacara Nyepi yang dilaksanakan oleh umat Hindu Bali, upacara tersebut tidak dilaksanakan oleh umat Hindu di India.
b.      Bahasa
Wujud akulturasi dalam bidang bahasa, dapat dilihat dari adanya penggunaan bahasa Sansekerta yang dapat temukan sampai sekarang dimana bahasa Sansekerta memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia. Dan istilah-istilah penting yang menggunakan bahasa Sanskerta.
c.       Organisasi Sosial Kemasyarakatan
Wujud akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan dapat dilihat dalam organisasi politik yaitu sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia setelah masuknya pengaruh India. Pemerintahan Raja di Indonesia ada yang bersifat mutlak dan turun-temurun seperti di India dan ada juga yang menerapkan prinsip musyawarah. Prinsip musyawarah diterapkan terutama apabila raja tidak mempunyai putra mahkota yaitu seperti yang terjadi di kerajaan Majapahit, pada waktu pengangkatan Wikramawardana.
d.      Bidang Sosial
Dalam bidang sosial terjadi perubahan-perubahan dalam tata kehidupan sosial masyarakat. Perubahan itu terjadi sebagai akibat diperkenalkannya sistem kasta dalam masyarakat. Kasta-kasta itu diantaranya kasta brahmana, kasta ksatria, kasta waisya kasta sudra.
e.       Sistem Pengetahuan
Wujud akulturasi dalam bidang pengetahuan, salah satunya yaitu perhitungan waktu berdasarkan kalender tahun saka, tahun dalam kepercayaan Hindu. Menurut perhitungan satu tahun Saka sama dengan 365 hari dan perbedaan tahun saka dengan tahun masehi adalah 78 tahun sebagai contoh misalnya tahun saka 654, maka tahun masehinya 654 + 78 = 732 M.
f.       Teknologi
Salah satu wujud akulturasi dari teknologi terlihat dalam seni bangunan Candi. Seni bangunan Candi tersebut memang mengandung unsur budaya India tetapi keberadaan candi-candi di Indonesia tidak sama dengan candi-candi yang ada di India, karena candi di Indonesia hanya mengambil unsur teknologi pembuatannya melalui dasar-dasar teoritis yang tercantum dalam kitab Silpasastra yaitu sebuah kitab pegangan yang memuat berbagai petunjuk untuk melaksanakan pembuatan arca dan bangunan. Contoh candi Borobudur salah satu dari 7 keajaiban dunia dan merupakan salah satu peninggalan kerajaan Mataram. Itu membuktikan masyarakat telah memiliki pengetahuan dan teknologi yang tinggi.
g.      Kesenian
Wujud akulturasi dalam bidang kesenian terlihat dari seni rupa, seni sastra, seni bangunan dan seni pertunjukan.
-       Seni rupa
Unsur seni rupa India telah masuk ke Indonesia dibuktikan dengan ditemukannya relief-relief cerita sang Budha pada candi Borobudur, cerita Ramayana pada candi Prambanan. Dan sekarang relief-relief tersebut dijadikan hiasan pada bangunan, seperti yang terdapat pada pustaka wilayah yang terdapat di provinsi Riau.
-       Seni sastra
Bahasa sanskerta yang berasal dari India tersebut membawa pengaruh besar terhadap perkembangan sastra di Indonesia, seperti prasasti yang ditulis dengan huruf pallawa dan sanskerta. Tidak hanya itu kitab-kitab yang dibuat pada zaman tersebut juga memiliki nilai sastra yang tinggi.
-       Seni bangunan
Yang menjadi bukti berkembanngnya budaya India di Indonesia adalah bangunan candi. Dasar bangunan candi merupakan hasil pembangunan bangsa Indonesia pada zaman megalitikum yang berupa punden berundak-undak kemudian mendapat pengaruh dari kebudayaan India sehingga menjadi wujud sebuah candi.
-       Seni Pertunjukkan
Wayang Seni pertunjukan wayang merupakan salah satu kebudayaan asli Indonesia dan pertunjukan wayang tersebut sangat digemari terutama oleh masyarakat Jawa. Wujud akulturasi dalam pertunjukan wayang tersebut terlihat dari pengambilan lakon cerita dari kisah Ramayana maupun Mahabarata yang berasal dari budaya India.
BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa:
1.      Letak Indonesia yang strategis dan penghasil rempah-rempah membuat Indonesia dikunjungi bangsa asing yang berniat berdagang sekaligus menyebarkan agama.
2.      Berkembangnya kebudayaan India (Hindu-Budha) ditandai dengan berdirinya berbagai kerajaan yang bercorak Hindu-Budha.
3.      Hadirnya kebudayaan India menambah keanekaragaman budaya di Indonesia.
4.      Kebudayaan India mempengaruhi banyak aspek kehidupan di Indonesia diantaranya : bidang kepercayaan atau agama, bahasa, organisasi sosial kemasyarakatan, bidang sosial, system pengetahuan, teknologi dan kesenian.

B.     Saran
1.      Kita sebagai generasi muda hendaknya melestarikan budaya dan peninggalan sejarah.
2.      Sebagai negara yang mempunyai posisi strategis yang sering mendapat pengaruh kebudayaan asing hendaknya kita mampu memfilter sehingga kebudayaan asli Indonesia itu sendiri tidak hilang.
3.      Sebagai warga Negara yang cinta pada tanah air, hendaknya kita mampu menerapkan nilai-nilai budaya yang positif agar bangsa kita ini menjadi bangsa yang berkarakter.













Daftar Pustaka
Zulkifli, dkk. (2009). Konsep Dasar IPS. Pekanbaru: Cendikia Insani.
http://noerhanidahanif.blogspot.com/2013/03/pengaruh-kebudayaan-india-hindu-budha.html
http://medanbung.wordpress.com/2008/12/17/proses-masuk-dan-berkembangnya-pengaruh-hindu-buddha-di-indonesia/

http://agama.kompasiana.com/2011/01/14/lima-dasar-keyakinan-hindu-334574.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar