Jumat, 26 September 2014

Resume Tentang Napoleon Bonaparte

RESUME
NAPOLEON BONAPARTE
Oleh : Agus Rasiwan
Sekilas Tentang Sang Jendral Napoleon Bonaparte
Jendral Besar Napoleon yang juga merupakan salah satu kaisar agung di daratan Eropa dilahirkan dari rahim seorang ibu yang bernama Letizia Ramolino yang merupakan isteri seorang pengacara bernama of Carlo Buonaparte di kota Ajaccio pulau Corsica Perancis. Dia merupakan anak keempat dan kedua yang dapat bertahan hidup dari peperangan yang terjadi di pulau tempat tinggal mereka. Kelahiran Napoleon hampir bersamaan dengan waktu pengokupasian pulau Corsica oleh pasukan Perancis yang pada saat itu membuat ayahnya mengobarkan semangat nasionalisme bersama-sama para local leaders lainnya untuk melawan pasukan Perancis. Akan tetapi perubahan terjadi,ketika para local leaders tadi melarikan diri meninggalkan Corsica,hal ini memaksa ayah Napoleon untuk mengubah haluan yaitu beraliansi dengan pasukan Perancis. Hal ini memberikan keuntungan tersendiri baginya yaitu dapat menyekolahkan kedua anaknya,Napoleon dan Joseph ke France's College d'Autun.
Setelah menyelesaikan sekolahnya di France's College d'Autun,Napoleon melanjutkan studinya di military college of Brienne selama lima tahun dan setelah itu dia melanjutkan studinya di akademi militer Perancis. Pada tahun 1785 ketika ia masih belajar di akademi, ayahnya meninggal dunia dikarenakan oleh kanker perut yang sudah kronis. Hal ini memaksanya untuk menjadi pengganti ayahnya sebagai kepala keluarga sehingga harus lulus awal dengan pangkat Letnan Dua dan segera kembali pulang ke Corsica pada tahun 1786.
Awal Perjalanan
Setelah segala urusan pribadinya di corsica selesai ,Napoleon kembali ke Perancis pada tahun 1793. Kembalinya dia ke Perancis ia anggap sebagai pengabdian luhurnya kepada militer Perancis. Panglima muda ini dengan cepat dapat meraih berbagai hal yang sangat mengagumkan sampai-sampai Jacobins,seorang pemimpin gerakan politik yang sangat terkenal pada saat itu menaruh perhatian khusus pada Napoleon. Pada tahun 1794, Perancis memasuki sebuah masa yang dikenal dengan nama the Reign of Terror, dimana lebih dari 40.000 jiwa terbunuh dan juga membuat Jacobins terlempar dari lingkaran kekuasaan negara. Kekacauan yang terjadi di Perancis memberikan keuntungan tersendiri untuk panglima militer ambisius seperti Napoleon Bonaparte,yaitu untuk semakin melejitkan karier politiknya. Karier Napoleon mulai menanjak tatkala ia berhasil menyelamatkan Gubernur Paris dari serbuan demonstran yang beruasaha membunuh seluruh bangsawan yang ada di kota Paris. Pada tahun 1795, karena jasanya itu ia dianugrahi gelar The Commander of the Army of the Interior dan selanjutnya langsung diangkat sebagai penasehat agung urusan kemiliteran. Pada tahun 1796, Napoleon memimpin 30.000 pasukan untuk menaklukkan Italia dan dilanjutkan dengan banyaknya penaklukak kekaisaran Austria, hal ini membuat luas wilayah Perancis bertambah lebar secara drastis, disamping itu hal ini juga memberikan keuntungan tersendiri bagi Napoleon yaitu dia menjadi.the military's brightest star.
Setelah menguasai dataran Eropa tengah dan selatan,Napoleon mulai membidik Timur Tengah yang dimulai dengan menguasai Mesir. Hal ini bertujuan untuk menggoyahkan dominasi Inggris di daerah iti serta memotong jalur perdagangan Inggris menuju India yang pada saat itu merupakan daerah penyedia kebutuhan pokok bagi Inggris.

Peletak Konstitusi
Strategi politik Napoleon yang luar biasa itu mampu menghantarkan dirinya untuk membuat konstitusi baru bagi negaranya, dimana hal ini menjadikannya seorang konsulat yang berkuasa penuh bahkan hampir mirip seorang diktaktor. Mengapa ia disebut mirip seorang diktaktor tak lain karena pada saat itu ia memiliki otoritas yang sangat luas seperti menunjuk menteri, menunjuk jendral, membentuk bahkan membubarkan lembaga legislatif. Dengan segala strateginya maka pada bulan Februari 1800 konstitusi baru ini diterima secara sah dan legal menjadi konstitusi negara Perancis. Dibawah kendali Napoleon, Perancis berhasil menyelenggarakan reformasi internal secara total. Berbagai kemajuan ditunjukkan di berbagai bidang seperti ekonomi, tata hukum negara, pendidikan, bahkan penataan kehidupan gereja dimana ia menentukan ajaran Khatolik Rhoma sebagai agama resmi negara. Dia Juga berhasil membuat undang undang yang dikenal dengan “Napoleon Codes”. “Napoleon Codes” ialah sebuah undang undang yang mengatur pelarangan pemberian hak istimewa atau privileges berdasarkan kelahiran atau keturunan, sebuah undang-undang yang membebaskan seluruh warga negara untuk memeluk agama yang merekayakini, dan lapangan pekerjaan harus diberikan kepada mereka yang benar-benar berkualitas. Dibidang hubungan internasional, diplomasi yang ia gunakan berhasil menciptakan perdamaian di Eropa khususnya membatalkan serangan negara negara lain yang ditujukan ke Perancis.
Akhir Perjalanan
Diplomasi Napoleon yang bertujuan untuk sementara waktu mengakhiri perang dengan negara-negara Eropa lainnya itu hanya ia jalankan selama 3 tahun. Pada tahun 1803 Napoleon kembali mendeklarasikan perang Kepada Inggris dan selanjutnya Rusia serta Austria. Kemenangan demi kemenanganpun diraih oleh Napoleon sehingga usahanya untuk memperluas wilayah kekuasaan Perancis pun tampak menuai keberhasilan yang gemilang. Bahkan Napoleon berhasil menciptakan pemerintahan-pemerintahan boneka di Belanda, Spanyol, Naples, Swedia, dan Westphali yang kesemuanya itu dibawah kendali Napoleon. Akan tetapi tahun 1812 adalah titik balik bagi Napoleon dimana pasukannya yang besar itu mengalami kekalahan telak dari Kekaisaran Russia. Hal ini mengakibatkan bertambah kuatnya tekanan internasional terhadap Perancis, disamping itu tekanan tekanan yang muncul dari dalam negeripun juga semakin meningkat. Akibatnya Napoleon harus menyerah kepada musuh pada tahun 1814 di pulau Elba. Setelah kejatuhannya itu, berbagai usaha untuk kembali menguasai Eropa pun ia lakukan, akan tetapi tidak ada satupun usahanyanya yang menunjukkan keberhasilan. Bahkan pada tahun 1821 ia harus meninggal di pengasingannya yaitu dipulau St.Hellena. Dengan meninggalkan sebuah memo “I wish my ashes to rest on the banks of the Seine, in the midst of that French people which I have loved so much. I die before my time, killed by the English oligarchy and its hired assassins."

Legitimasi, Kewenangan, Dan Kekuasaan Jendral Napoleon Bonaparte Dalam Satu Kesatuan Yang Harmonis.
Menurut Max Weber, kekuasaan adalah kemampuan untuk dalam suatu hubungan sosial, melakukankemauan sendiri sekalipun mengalami perlawanan dan apa-pun dasar kemampuan ini ( M.Budiardjo, ed., 1983:16), inilah dua jenis definisi kekuasaan menurut dua ahli berbeda kebangsaan dalam memandang arti dari sebuah kekuasaan, yang mana sama-sama menitikberatkan pada kemampuan dan pemaksaan. Sedangkan kewenangan merupakan kekuasaan yang memiliki keabsahan (legitimate power), sedangkan kekuasaan tidak selalu memiliki nilai keabsahan didalamnya. Dan legitimasi merupakan penerimaan dan pengakuan masyarakat terhadap hak moral pemimpin untuk memerintah, membuat, dan melaksanakan keputusan politik di suatu wilayah tertentu. Dapat kita tarik suatu kesimpulan bahwasanya kekuasaan akan menarik dan membawa kita dalam penguasaan atas kemauan berdasarkan kemampuan kita yang akan menghasilkan suatu keabsahan yang membentuk kekuasaan tersebut menjadi suatu kewenangan yang legitimate dan diakui adanya dan diterima di dalam kehidupan bermasyarakat. Berbicara masalah kekuasaan, kewenangan dan legitimasi Napoleon Bonaparte sudah barang tentu tidak akan terlepas dari sejarah perjuangannya menjadi seorang penguasa Perancis. Napoleon Bonaparte merupakan salah satu tokoh pahlawan sekaligus diktator di negara Perancis. Pada waktu itu kelompok Montagne dibawah pimpinan Robespierre diburu dan dihukum mati karena persaingan kekuasaan diantaramereka yang mencetuskan ide revolusi.
Pemerintahan tersebut tidak bisa dipercaya oleh rakyat, bahkan rakyat memandangnya sebagai pemerintahan lemah karena banyak korupsi. Tetapi dari segi militer, Perancis mengalami kemajuan pesat berkat kehebatan seorang tokoh militer bernama Napoleon Bonaparte. Napoleon sangat terkenal di kalangan masyarakat bahkan mendapat sanjungan sebagai tokoh militer yang bisa dibanggakan untuk kepentingan pertahanan keamanan, baik keamanan dalam negeri maupun luar negeri. Keadaan buruk di dalam Pemerintahan Directoire Perancis dimanfaatkan oleh Napoleon Bonaparte untuk merebut kekuasaan Pemerintahan Directoire pada tahun 1799. Napoleon Bonaparte sanggup menyelamatkan negara Perancis dari keruntuhan serta berhasil mendapat dukungan dan pujaan dari rakyat. Rakyat kemudian mengangkatnya menjadi konsul seumur hidup sampai pada tahun 1802. Pada tahun 1804, Napoleon mengangkat dirinya menjadi Kaisar Perancis yang diresmikan oleh Paus Pius VII.
Dari sepenggal pengantar kecil di atas, dapat kita lihat bagaimana kejelian dan kehebatan Napoleon Bonaparte dalam memainkan kondisi dan keahliannya dalam mencapai kekuasaan yang dia inginkan. Dengan memainkan perannya dalam militer dan mengambil hati dan kekuataan masayarakat dalam membendung dukungan. Pada masa kejayaannya, Napoleon Bonaparte menguasai hampir seluruh dataran Eropa baik dengan diplomasi maupun peperangan. Diantaranya adalah Belanda dengan diangkatnya adiknya Louis Napoleon, Spanyol dengan diangkatnya Joseph Napoleon, Swedia dengan diangkatnya Jenderal Bernadotte sebagai raja yang kemudian melakukan pengkhianatan, sebagian besar wilayah Italia yang direbut dari Austria dan Polandia dengan diangkatnya Joseph Poniatowski sebagai wali negara Polandia. Ketika itu, hampir semua negara di Eropa menjadi jajahan ataupun sekutu Perancis. Di masa pemerintahannya, Napoleon mulai membangun Kekaisaran Perancis-nya di atas legitimasi nasionalisme, atas nama rakyat yang memujanya.

Kudeta Pemerintahan Awal Aksi Napoleon Bonaparte Dalam Kekaisaran
Peristiwa 18 Brumaire merupakan sebuah aksi kudeta yang terjadi di Perancis, revolusi ini digagas oleh Jendral Napoleon Bonaparte dan berhasil menggulingkan kekuasaan Direktori (distrik) Perancis dan merubahnya menjadi sebuah Konsulate (perwakilan). Revolusi ini terjadipada 9 November 1799, bersama dengan 18 Brumaire tahun VII dalam kalendar Republik Perancis. Pagi hari di 18 Brumaire, para anggota dewan yang besimpati terhadap gerakan kudeta memperingati semua rekannya mengenai adanya konspirasi dan menyuruh mereka untuk mengungsi ke Chataeu de Saint-Cloud, yang terletak di sebelah barat Paris. Pagi itu Jendral Napoleon Bonaparte pun diberi tugas untuk mengawasi dua anggota dewan. Bahkan setelah menyebarnya isu kudeta, Sieyes dan Roger Ducos pun mundur dari jabatnya sebagai direktur. Demikian pula dengan Barras, setelah melalui upaya persuasif yang dilakukan oleh Talleyranddan pasukannya. Pengunduran tiga dari lima direksi dirasakan sudah cukup untuk mengalihkan kekuasan, meski dua direktur wilayah Jacobin, Gohier dan Moulin menolak untuk menyerahkan jabatannya. Gohier berhasil ditangkap sementara Moulin berhasil melarikan diri, meski demikian mereka tidak begitu membahayakan bagi kelangsungan pengalihan kekuasaan yang baru. Namun ternyata beberapa hari kemudian tercium sebuah gerakan pembangkangan di wilayah Jacobin yang didalangi oleh Gohier dan koleganya Moulin. Segera Napoleon beserta pasukan kecilnya memasuk ruangan Gouhier dan berhasil menghentikan semua percobaan kudeta di dalam kudeta. Atas aksi-aksi dan pemikirannya yang gemilang selama kudeta 18 Brumaire, Napoleon kemudian menjadi penguasa Perancis.


Pengaruh Sosial Dan Politik Dari Kepemimpinan Sang Napoleon Bonaparte

Pengaruh Sosial Kemasyarakatan.
Napoleon Bonaparte merupakan satu-satunya kaisar Perancis yang mampu membawa Perancis kepada puncak kejayaannya. Dimana pada masa kepemimpinannya, hampir seluruh wilayah Eropa berada dibawah kekuasaannya bahkan wilayah Asia bagian barat pun juga tidak luput dari kekuasaannya, wilayah itu adalah Mesir dan Palestina. Dalam masa kepemimpinannya sebagai seorang Kaisar Perancis tentu banyak kebijakan-kebijakan ataupun peraturan-peraturan yang dibuat untuk mengamankan posisinya ataupun untuk memajukan wilayah kekuasaannya. Terdapat beberapa kebijakan yang dikeluarkan Napoleon yang memberikan dampak sosial bagi masyarakatnya. Diawal masa kepemimpinannya, Napoleon Bonaparte telah mendirikan sebuah bank yang diberi nama Bank Perancis yang bertugas untuk mengakomodir keuangan negara serta tempat untuk menyimpan uang-uang yang diperoleh negara maupun masyarakatnya. Selain itu Napoleon Bonaparte juga mendirikan sebuah Universitas yaitu Universitas Perancis yang memiliki banyak sekali fungsi yang diantaranya adalah tentu saja untuk menjadikan warga Perancis menjadi warga yang cerdas dan pintar. Berdasar atas hal ini saja tentu sudah memperkuat peran Napoleon Bonaparte sang Kaisar Perancis didalam bidang sosial kemasyarakatan.
Selain yang disebutkan diatas, dampak atau pengaruh sosial yang lain adalah, dimana seorang Kaisar yang bernama Napoleon Bonaparte mencontohkan kepada masyarakatnya untuk tidak malu mengakui status sosial keluarganya sebelum menjadi seorang pemimpin besar kepada dunia luar. Mengapa hal ini perlu dicontoh ? Karena hal ini dapat membuat seorang pemimpin lebih rendah hati dengan mengingat kembali keadaan keluarganya dulu, sehingga diharapkan dengan demikian tidak akan muncul kesombongan didalam diri seorang pemimpin kepada masyarakatnya terutama golongan yang menengah kebawah. Sebagai seorang yang berasal dari keluarga dan daerah yang miskin, Napoleon tak pernah malu mengakuinya. Hal ini tercermin ketika menjabat sebagai kaisar, salah satu perwiranya mempersoalkan keputusannya mengangkat para anggota the ancienne noblesse, ia berkata, "Apakah saya seorang keturunan bangsawan? Saya adalah seorang keturunan Corsica yang miskin”, hingga akhir hayatnya ia tetap menjaga kesetiaan dan kode etik keluarga yang menjadi ciri khas karakter orang Corsica.
Selain itu Napoleon Bonaparte juga mampu membuat apa yang kemudian disebut sebagai Kode Napoleon. Dalam banyak hal, kode ini mencerminkan ide-ide Revolusi Perancis. Misalnya, di bawah code ini tidak ada hak-hak istimewa berdasar kelahiran dan asal-usul, semua orang sama derajat di mata hukum. Berbarengan dengan itu code tersebut cukup mendekati hukum-hukum lama dan adat kebiasaan Perancis sehingga diterima oleh rakyat Perancis dan sistem pengadilannya. Secara umum, code itu moderat, terorganisir rapi dan ditulis dengan ringkas, jelas, serta dapat diterima, tambahan pulamudah difahami. Akibatnya, code ini tidak hanya berlaku di Perancis (hukum perdata Perancis yang berlaku sekarang hampir mirip dengan Code Napoleon itu) tetapi juga diterima pula di negeri-negeri lain dengan perubahan-perubahan yang disesuaikan dengan keperluan setempat. Dengan dibentuknya Code Napoleon maka jalannya pemerintahan Perancis yang berdampak bagi masyrakatnya menjadi lebih baik dan terorganisir. Bagi wilayah kekuasaanya terutama diwilayah Mesir, kepemimpinan seorang Napoleon Bonaparte juga memberikan dampak sosial tersendiri. Hal itu dapat dilihat dengan adanya tiga poin ide-ide yang dicetuskan oleh Napoleon Bonaparte yang berhubungan erat dengan sistem kemasyarakatan yang ada, yaitu:
1.        Sistem pemerintahan republik yang di dalamnya kepala negara dipilih untuk waktu tertentu, tunduk kepada Undang-undang Dasar dan bisa dijatuhkan oleh parlemen. Sistem ini berlain sama sekali dengan sistem pemerintahan absolut raja-raja Islam, yang tetap menjadi raja selama ia masih hidup dan kemudian digantikan oleh anaknya, tidak tunduk kepada konstitusi atau parlemen, karena konstitusi dan parlemen memang tidak ada dalam sistem kerajaan itu. Ide yang terkandung dalam kata republik masih sulit ditangkap, dan dengan demikian mencari terjemahannya ke dalam bahasa Arab sulit pula. Dalam maklumat-maklumat Napoleon, Republik Prancis diterjemahkan menjadi Al-Jumhur al-Faransawi. Jumhur sebenarnya berarti orang banyak. Jadi yang tertangkap dari kata republik ialah publik, orang banyak. Di permulaan abad ke-20 inilah kelihatannya baru muncul terjemahan yang lebih tepat, yaitu jumhuriah.

2.    Ide persamaan (egalite) dalam arti samanya kedudukan dan turut sertanya rakyat dalam soal pemerintahan. Kalau sebelum ini, rakyat Mesir tak turut serta dalam pemerintahan negara mereka, Napoleon mendirikan suatu badan kenegaraan yang terdiridari ulama-ulama Al-Azhar dan pemuka-pemuka dalam dunia dagang dari Kairo ke daerah-daerah. Tugas badan ini ialah membuat undang-undang, memelihara ketertiban umum dan menjadi pengantara antara penguasa-penguasa Prancis dan rakyat Mesir. Disamping itu didirikan pula suatu badan bernama Diwan al-Ummah yang dalam waktu-waktu tertentu mengadakan sidang untuk membicarakan hal-hal bersangkutan dengan kepentingan nasional. Tiap-tiap daerah mengirimkan Sembilan wakil ke Sidang Dewan itu, tiga dari golongan ulama, tiga dari golongan pedagang, dan satu dari masing-masing golongan petani, kepala desa dan kepala suku bangsa Arab. Dewan ini mempunyai 180 anggota dan sidang pertama diadakan dari tanggal 5 sampai 20 Oktober 1798. Putusan yang diambil ialah menganjurkan perubahan peraturan pajak yang ditetapkan Kerajaan Usmani.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar