Selasa, 20 Januari 2015

Sejarah & Perspektif Global - Anotasi Teori Pendidikan

Anotasi Teori Pendidikan
1.        Tillar
Pendidikan berbasis Kemanusiaan,
Bandung, Rafika Aditama 2007.
“ Pendidikan sebagai suatu proses menumbuhkan kembangkan peserta didik yang memasyarakat, membudaya, dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal, nasional dan global.”
2.        Gage dan Berliner
Belajar dan Pembelajaran,
Jakarta, Rineka Cipta 2002
Prinsip dasar dari pendekatan humanisme untuk mengembangkan pendidikan : Murid akan belajar dengan baik apa yang mereka mau dan perlu ketahui. Mengetahui bagaimana cara belajar lebih penting daripada membutuhkan banyak pengetahuan. Evaluasi diri adalah satu satunya evaluasi yang berarti untuk pekerjaan murid. Perasaan adalah sama penting dengan kenyataan. Murid akan belajar dengan lebih baik dalam lingkungan yang tidak mengancam.
3.        Ekstrand, L.H
International Encyclopedia of the Sociology of Education,
New York, Pergamon 1997.
Pendidikan multikultural diarahkan untuk mewujudkan kesadaran, toleransi, pemahaman, dan pengetahuan yang mempertimbangkan perbedaan kultural, dan juga perbedaan dan persamaan antar budaya dan kaitannya dengan pandangan dunia, konsep, nilai, keyakinan, dan sikap.
4.        Phenix, Philip H
Pendidikan berbasis Kemanusiaan,
Bandung, Rafika Aditama 2007.
Pendidikan adalah suatu procces of engendering essential meanings, yaitu proses pemunculan makna-makna essensial.
5.        Al-Altas, Syeh M.Naquib
Pendidikan berbasis Kemanusiaan,
Bandung, Rafika Aditama 2007.
Tujuan pendidikan adalah menanamkan kebaikan atau keadilan dalam diri manusia sebagai manusia dan individu, buka hanya sebagai seorang warga negara  ataupun anggota masyarakat.
6.        Parsudi Suparlan
Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural,  Jurnal Antropologi Indonesia,
Denpasar, Simposium Internasional 2002
Sebagai sebuah ide, pendidikan multikultural dibahas dan diwacanakan pertama kali di Amerika dan negara-negara Eropa Barat pada tahun 1960-an oleh gerakan yang menuntut diperhatikannya hak-hak sipil (civil right movement). Tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk mengurangi praktik driskriminasi di tempat-tempat publik, di rumah, di tempat-tempat kerja, dan di lembaga-lembaga pendidikan, yang dilakukan oleh kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas. Selama itu, di Amerika dan negara-negara Eropa Barat hanya dikenal adanya satu kebudayaan, yaitu kebudayaan kulit putih yang Kristen. Golongan-golongan lainnya yang ada dalam masyarakat-masyarakat tersebut dikelompokkan sebagai minoritas dengan pembatasan hak-hak mereka
7.        Sleeter, C.E., & Grant, C.A
Making choices for multicultural education: Five ap-proaches to race, class, and gender (3rd ed) Upper Saddle River,
New Jersey, Prentice Hall 1999
Most institutions of higher education have become models of the communities in which they are located, and as such have become pillars for academic excellence, models for multicultural competence in society, and models for an interdependent world, as well as models for equity and democratic values. Institutions of Higher Education Are Models for Academic Excellence The principles and tenets of multicultural education make it possible to promote excel-lence in performance of all students
8.        James A. Bank
Equity Pedagogy : An Essential Component of Multicultural Education,
Lawrence Erlbaum Associates (Taylor & Francis Group), 2010.
Multicultural  education  is a concept or idea as a set of beliefs (sets of believe) and explanations  that recognize and assess the importance of cultural diversity and ethnicity in shaping the  lifestyle, social experiences, personal identity and educational opportunities  of individuals, groups and State.
9.        Davidman, L., dan Davidman, P
Teaching with a multicultural perspective: A practical guide,
New York, Longman 1997
Movements of various historically oppressed groups. Many trace the history of multicultural education back to the social action of African Americans and other people of color who challenged discriminatory practices in public institutions during the civil rights struggles of the 1960s.
10.    Ekstrand, L.H
International Encyclopedia of the Sociology of Education,
New York, Pergamon 1997.
Tujuan pendidikan multikultural dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam tujuan, yaitu: tujuan yang berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan pembelajaran

1 komentar: